Tradisi Unik di Indonesia

Tradisi Unik di Indonesia

Tradisi Unik di Indonesia – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang tradisi-tradisi unik dan aneh yang hanya dilakukan di Indonesia yang sudah dirangkum dari sumber terpercaya.

Indonesia terdiri dari berbagai macam suku yang masing-masing memiliki budaya dan tradisi berbeda-beda. Beberapa tradisi merupakan warisan dari nenek moyang yang sudah dilakukan sejak dahulu kala dan tentunya mengandung unsur-unsur aneh menggelitik nan sulit dipercaya nalar.

Dari sekian banyak tradisi di Indonesia, ada beberapa di antaranya yang terlihat unik bahkan terkesan ekstrem yang membuat bergidik ngeri. Berikut delapan tradisi unik di Indonesia, mulai dari menggoreng telur di atas perut hingga mengantarkan roh leluhur.

 

1. Debus, Banten

Tradisi Debus merupakan tradisi yang terkenal di daerah Banten, Jawa Barat. Debus sering menjadi ajang pertunjukan bagi masyarakat di Banten. Tradisi ini terbilang ekstrem karena aksi yang melukai diri sendiri.
Seni tradisional debus dilakukan melalui berbagai macam atraksi, seperti memecahkan buah kelapa dengan cara dibenturkan ke kepala sendiri, menggoreng telur dan kerupuk di atas kepala, menyayat tubuh dengan senjata tajam, hingga membakar tubuh dengan minyak tanah.
Selain itu, kesenian debus dikenal sebagai tradisi yang mengandung unsur mistis dan syarat dengan ajaran spiritual agama. Hal itu tercermin pada saat sebelum permainan dilakukan, terlebih dahulu dimulai dengan berbagai ritual atau doa, dengan maksud meminta perlindungan dan keselamatan kepada Allāh SWT.

Dalam sejarahnya, tradisi debus tidak bisa dipisahkan dengan ilmu tarekat yang berkembang di Banten, karena tradisi ini ditengarai bersumber dari ajaran beberapa tarekat. Sultan Hasanudin sebagai orang yang pertama kali memperkenalkan kesenian ini adalah penganut ajaran Tarikat al-Rifa’iyah, sebagaimana juga dianut oleh mayoritas para penyebar agama Islam di Banten.
Dalam perkembangannya, debus sebagai suatu kesenian tradisional khas Banten menjadi tradisi kesenian keagamaan yang begitu pesat, dan banyak dimainkan oleh masyarakat Banten, bahkan hingga sekarang ini. Di samping itu, tradisi debus dikenal tidak hanya di Provinsi Banten semata, melainkan juga dikenal di banyak daerah di Indonesia.

 

2. Ma’Nene, Tana Toraja

Tana Toraja, Sulawesi Selatan merupakan salah satu destinasi yang bisa kamu kunjungi untuk melihat keberagaman budaya Indonesia. Salah satu tradisi yang paling unik di Tana Toraja adalah Ma’Nene.
Ritual unik dan misterius ini merupakan kegiatan membersihkan jasad para leluhur yang sudah meninggal dunia ratusan tahun lalu. Walaupun saat ini ritual tersebut sudah jarang dilakukan, beberapa daerah seperti Desa Pangala dan Baruppu masih rutin melaksanakan ritual tersebut setiap tahunnya.

Upacara ritual yang dilaksanakan setiap bulan Agustus ini diartikan sebagai penguasa kekerabatan di antara mereka. Bahkan, ritual Ma’Nene sudah menjadi aturan standar tak tertulis yang selalu dipatuhi oleh setiap warga negara.

Selanjutnya, setelah dikeluarkan dari kuburan, jasad tersebut dibersihkan. Lalu, pakaian yang digunakan jasad tersebut digantikan dengan menggunakan kain atau pakaian baru. Setelah pakaian baru terpasang, jasad dibungkus dan dimasukkan kembali ke Patane.
Ritual Ma’Nene tidak hanya sekadar ritual memandikan jasad dan memakaikan pakaian baru. Ritual ini memiliki makna lebih, yakni mencerminkan betapa pentingnya hubungan antar-anggota keluarga bagi masyarakat Toraja, terlebih bagi sanak saudara yang telah terlebih dahulu meninggal dunia.

 

Baca Juga: Tradisi Cincin Leher Suku Kayan di Myanmar

 

3. Iki Palek, Papua Barat

Masyarakat papua nugini yang memotong jarinya untuk menjalani tradisi Iki Palek Foto: Shutter Stock
Suku yang bermukim di Lembah Baliem, Papua ini memiliki cara yang ekstrem untuk mengekspresikan bukti cinta kepada kerabat atau keluarga yang meninggal. Mereka memotong satu ruas jarinya sebagai bentuk kesetiaan terhadap orang terdekatnya yang meninggal.

Pemotongan jari juga diartikan sebagai rasa sakit yang luar biasa. Tradisi ini disebut dengan Ritual Iki Palek. Mereka pun sadar jika ritual ini sangat menyakitkan. Namun, mereka rela melakukan apa saja demi bukti cinta terhadap pasangan.
Iki Palek dilakukan oleh wanita saja. Jadi, ketika kerabat dekat, suami atau anak meninggal, maka jari mereka akan dipotong. Jangan heran jika melihat jari ibu-ibu di sini banyak yang terputus. Hal ini menandakan jika banyak kerabat dekat yang telah meninggal.
Untuk memotong ruas jari, mereka menggunakan kapak atau pisau tradisional. Bahkan tak jarang mereka menggigit jari mereka sendiri hingga terputus. Bagi Suku Dani, jari diartikan sebagai simbol kerukunan, kesatuan, dan kekuatan dalam diri manusia maupun keluarga.