Budaya Makan Orang Jepang yang Unik

Budaya Makan Orang Jepang yang Unik – Setiap orang pasti memiliki ciri khasnya tersendiri yang sudah ada sejak lahir bahkan sudah menjadi sebuah kebiasaan. Masyarakat asal Negeri Sakura terkenal sangat menghargai setiap makanan yang ada di atas meja mereka. Orang Jepang sangat memperhatikan cara makan sebab ini termasuk budaya atau tradisi mereka.
Kebiasaan makan orang Jepang cukup unik dan berbeda dengan negara lainnya. Lantas apa saja, sih kebiasaan makan tersebut? Berikut kebiasaan unik masyarakat Jepang saat makan-makan yang sudah menjadi sebuah budaya:

Budaya Makan Orang Jepang yang Unik

1. Menambahkan taburan garam ke semangka
Kebiasaan makan unik yang pertama ini mungkin terbilang cukup aneh; yaitu menaburkan sedikit garam ke semangka sebelum memakannya. Hal ini berguna agar mulut dan lidah pertama kali merasakan rasa asin, baru setelahnya timbul manis yang semakin kuat.
Di mata orang Jepang, semangka manis yang ditaburi garam asin akan terasa lebih nikmat. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kontras rasa.

 

2. Semua makanan bisa disajikan dengan nasi
Orang Jepang bisa makan apa saja dengan nasi. Oleh karenanya, menggabungkan makanan pokok dengan nasi adalah hal yang biasa di sana. Semisal makan pangsit goreng dengan nasi, miso dengan nasi, okonomiyaki dengan nasi, hingga ramen dengan nasi. Wah, mirip-mirip orang Indonesia, ya?

Baca Juga : Pasar Natal Terkenal di Eropa

3. Tidak menggunakan sendok untuk minum kuah sup miso
Masyarakat asal Negeri Sakura biasanya menggunakan sumpit sebagai pengganti sendok. Misalnya, sumpit digunakan untuk mempermudah dalam menyantap miso untuk mengambil rumput laut dan tahu.
Nah, sementara untuk menyeruput kuah sup miso, masyarakat Jepang lebih memilih meminum kuah langsung dari mangkuk. Mengapa tidak menggunakan sendok? Hal ini dikarenakan menggunakan sendok bukan suatu hal yang lumrah di sana, sehingga dapat mengundang gelak tawa bagi yang melihatnya.

 

4. Bubur hanya untuk orang sakit
Bubur adalah makanan pokok yang sangat umum bagi masyarakat Jepang, dalam pembuatannya juga sangatlah istimewa. Dari segi rasa, orang Jepang pada dasarnya hanya makan bubur asin, dan hampir tidak ada bubur manis di sana.

Berbeda dengan masyarakat Indonesia yang kerap menjadikan bubur sebagai menu sarapan, di Jepang masyarakatnya menyajikan hanya saat seseorang sedang sakit. Sehingga tak jarang kehadirannya muncul dalam menu rumah sakit.

 

5. Harus mengeluarkan suara saat makan ramen
Jika di berbagai negara mengeluarkan suara saat makan mi dianggap tidak sopan, hal berbeda terjadi di Negeri Sakura. Di Jepang saat seseorang sedang makan ramen kemudian mengeluarkan suara keras, dinilai sebagai sebuah pertanda baik.

Mengapa demikian? Karena jika seseorang tidak bersuara saat makan, maka koki akan mengira bahwa mi yang dihidangkan tidak enak. Oleh karena itu, menyeruput mi dengan suara keras adalah penghormatan terbesar bagi sang koki.