Budaya Di Tempat Kerja Yang Harus Di Sadari

Budaya Di Tempat Kerja Yang Harus Di Sadari

inforom-culutral.org Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Budaya Di Tempat Kerja Yang Harus Di Sadari. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Budaya Di Tempat Kerja Yang Harus Di Sadari

1. Jobdesc tumpang tindih bisa menghabiskan seluruh waktumu. Pantesan jodohmu nggak ketemu-ketemu
Jobdesc yang tumpang tindih ini lumayan menyebalkan. Kamu jadi harus mengerjakan hal-hal yang di luar kewajiban awal. Apalagi kalau dibarengi dengan manajemen waktumu yang kurang baik. Ujung-ujungnya kamu pulang malam melulu untuk lembur. Hal seremeh ini ternyata pengaruh pada kehidupan cinta bahkan misi cari jodohmu lho. Mana bisa kamu nyari gebetan kalau kamu pulang saat orang sudah terlelap? Bagaimana bisa kamu ketemu orang baru kalau weekend kamu sudah terlalu tepar dan pilih menyatukan diri dengan kasur seharian?

2. Revisi mulu sampai lupa kapan bangkit dari meja kerjamu. Rasa malas menjadi-jadi, dan coba diingat kapan terakhir kamu olahraga?
Kata “revisi” mungkin sering jadi moodbreaker sehar-hari. Revisi terus-terusan dan harus diselesaikan di hari yang sama membuat kamu sibuk di depan laptop seharian. Kopi dan cemilan berada tak jauh dari jangkauan, musik di telinga, kamu siap menaklukkan revisi demi revisi. Sering mengalami ini? Hati-hati dengan kesehatanmu, ya. Terlalu lama duduk di depan laptop, bisa mengembangkan rasa malas untuk beraktivitas fisik lainnya. Ujung-ujungnya, kamu jadi lebih nyaman dengan fisik yang minim gerak dan lupa pentingnya olahraga.

3. Bos yang anti-kritik dan nyebelin emang menyiksa. Tapi dari sana kamu jadi jago memasang poker face kan?
Punya bos yang nggak mau dengar masukan dan semena-mena memang bikin nggak betah kerja. Diikuti terus jadi tekanan batin, mau balik marah juga takut dipecat. Duh, sulit. Nah, tapi dari tipe bos seperti ini kamu bisa bejalar mengatur ekspresi wajah saat diomeli. Lama-kelamaan kamu jadi jago pasang poker face. Bos yang nyebelin akan melatihmu mengendalikan emosi, sebuah kemampuan yang penting untuk menghadapi dunia yang dipenuhi orang-orang nyinyir ini.

4. Budaya di kantormu fun dan kompetitif? Ini keuntungan besar karena bisa menempa mentalmu untuk pantang menyerah mengejar gebetan
Kamu termasuk golongan orang beruntung bila memiliki tempat kerja yang fun dan kompetitif. Lingkungan kerja yang fun akan membuat imajinasimu berkembang, dan nuansa kompetitifnya akan mendorongmu untuk terus memperbaiki diri. Hal ini ternyata juga berpengaruh banyak dalam hidupmu sehari-hari. Terbiasa ada di lingkungan yang kompetitif, akan mendorongmu jadi pejuang cinta paling tangguh. Respons anyep gebetan atau banyaknya kisah cinta yang gagal nggak akan menyurutkan perjuanganmu. Apakah kamu sudah merasakan pengaruh ini?

Kalau iya, kamu pasti bakal cocok banget bekerja di tempat yang fun, dinamis, dan memberikan ruang yang luas untuk kreativitasmu seperti di Telkom. Di sana ada kompetisi “culture hero” yang sudah diadakan untuk kali ke-4 tahun ini. Kompetisi ini bertujuan memberikan penghargaan bagi mereka yang terbaik dalam masing-masing kategori yaitu: most admire culture activation, culture heroes, cultur agent, dan culture booster. Nggak cuma itu, Telkom juga dikenal dengan The Telkom Way atau TTW-nya yang sangat berguna. Yaitu budaya kerja di kantor yang mengusung 3 poin penting, yaitu: Solid, Speed, Smart. Dengan tiga semangat ini, Telkom mengacu pada pondasi yang paling kuat yaitu “Always the best”.

Nggak heran deh kalau Telkom dikenal sebagai tempat bagi orang-orang yang kreatif dan dinamis, serta menyukai tantangan. Karena untuk menjadi yang the best, kamu harus senantiasa mengembangkan diri bukan? Nggak cuma ada banyak training yang akan kamu dapatkan, di Telkom, kamu juga bisa mendapat beasiswa untuk melanjutkan jenjang akademis, sertifikasi keahlian khusus untuk menunjang pekerjaan, hingga kesempatan untuk belajar di perusahaan asing manca negara dalam program Global Talent Program.

Dan yang paling seru, Telkom sangat mendukung budaya digital yang bertujuan memudahkan para Great People seperti kamu. Di sana, kamu bisa mengakses semua-muanya secara online. Mulai dari daftar hadir online, slip gaji online, cuti online, manual pekerjaan, hingga digital learning sampai merencanakan karir. Cocok banget lah pokoknya buat anak milenial yang inginnya serba praktis dan digital.

Nah, kabar baiknya, Telkom sedang membuka rekruitmen untuk anak muda yang bertalenta. Bila kamu merasa kamulah sosok muda, kreatif, dinamin, fun, dan suka tantangan, buruan cek info selengkapnya dan apply lowongannya di sini ya~

Baca Juga :Budaya Menikahi 2 Pacar Ala Merariq

5. Sering ikut after office party? Selamat! Kamu baru saja menambah skill bergaulmu di sini
Di kantor, di jam kerja, mungkin kamu nggak akan kehabisan bahan obrolan. Mulai dari diskusi soal project yang sedang berjalan, tektokan soal hasil meeting, sampai ngerumpi soal atasan. Tapi di luar jam kerja, obrolan bisa lebih luas. Malas juga ‘kan masih ngomongin kerjaan setelah seharian bekerja? Karena itu, sering-sering ikut after office party akan bermanfaat buatmu, meski cuma sebatas ngopi bareng di kafe sebelah kantor. Setidaknya dalam hal melatih komunikasi dan mencari topik untuk diobrolkan. Pasti ke depannya makin gampang nyari teman deh.

Nah, sudah tahu kan bahwa apa yang terjadi di kantor sedikit banyak mempengaruhi hidupmu sehari-hari? Jadi jangan disepelekan. Rumus paling gampangnya sih pakai yang bagus-bagus, buang yang jelek-jelek. Di Telkom, well balanced life sangat diperhatikan. Berbagai komunitas seni, olahraga, rohani bisa bikin kamu tambah betah. Dan untuk kamu yang mendambakan tempat kerja yang fun.

Budaya Pernikahan Di China

Budaya Pernikahan Di China

inforom-culutral.org Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Budaya Pernikahan Di China. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Budaya Pernikahan Di China

Tradisi pernikahan hantu sudah ada sejak 3000 tahun silam. Ya, merupakan tradisi kuno yang masih teguh dilangsungkan
Belum lama ini, dilansir dari news.com.au, sesosok jasad perempuan dari sebuah kuburan di China dicuri untuk dinikahkan dengan seorang pria lajang yang sudah meninggal. Tentu saja anaknya begitu heboh mencari jasad ibunya dan terus-terusan mengutuk si pelaku. Keyakinan ini memang benar-benar ada di China dan telah dimulai pada 3000 tahun lalu. Biasanya sering ditemui di daerah pedesaan negeri tirai bambu ini. Mereke percaya, bahwa jika seseorang meninggal dalam keadaan lajang, maka selamanya akan menghantui keluarganya yang masih hidup untuk meminta pasangan di alam baka. Makanya, sebelum nikah kamu jangan mati dulu.. Hahahaa

Nah, dengan tujuan membebaskan si arwah dari rasa penasaran, keluarganya harus mencarikan jasad lawan jenis untuk dinikahkan. Kalau enggak, katanya sih bakal terus gentayangan. Kan kasihan~
Awalnya, pernikahan semacam ini hanya diperuntukkan untuk orang-orang yang sudah meninggal. Orang yang masih hidup akan menikahkan dua lajang yang sudah meninggal. Namun belakangan ini, ritual pernikahan hantu di China justru melibatkan orang yang masih hidup. Ada gitu nikah sama orang yang sudah mati?

Dalam pernikahan hantu di antara dua orang yang sudah meninggal, keluarga `pengantin` akan meminta mahar seperti perhiasan, pelayan, dan sebuah rumah mewah, tapi semuanya dalam bentuk kertas. Hihii nggak usah kaget. Faktor-faktor seperti usia dan latar belakang keluarga sama pentingnya dengan pernikahan-pernikahan tradisional biasa.

Dalam upacara pernikahan ini ada nisan kedua mempelai dan sebuah perjamuan. Iya, mereka pesta. Selama ribuan tahun, ritual ini perlahan juga mengalami perubahan
Bagian yang paling penting dari pernikahan hantu ini ialah penggalian tulang-tulang mempelai perempuan dan menempatkannya di dalam kubur sang mempelai pria. Romantis sih, tapi miris gitu. Oiya, perubahan paling kentara atau paling signifikan yaitu menikahkan mayat dengan mereka, para manusia yang masih hidup dalam suatu ritual rahasia. Pergeseran yang paling mengenaskan dan mengkhawatirkan adalah adanya laporan-laporan perampokan makam dan bahkan kasus pembunuhan.

Pembunuhan di China begitu berhubungan dengan adanya ritual ini. Ya, di negara yang dikenal sebagai Ibu Kota Keramik Dunia ini sedang berlangsung bisnis haram penjualan mayat, untuk dinikahkan
Dulu bisnis ini sempat dilarang di bawah pemerintahan komunisme, tapi entah gimana ceritanya, sekarang kembali berkembang. Dilansir dari telegraph.co.uk, baru-baru ini sebuah keluarga kaya raya di China menyanggupi membayar mayat perempuan sebesar Rp 200 juta untuk dijadikan `pengantin.

Sejak 2013, di kawasan Dongbao utara, Provinsi Shanxi, China misalnya, tercatat ada 15 mayat yang hilang. Pada tahun 2015, ada 14 mayat perempuan yang dicuri di satu desa di Provinsi Shanxi juga. Dilansir dari BBC, Kepala departemen sastra China di Shanghai University, Huang Jingchun menyatakan, harga mayat atau tulang belulang wanita muda makin meningkat tajam.

“Pada saat saya melakukan penelitian antara tahun 2008 dan 2009, harga jasad atau tulang belulang berkisar 30 ribu sampai 50 ribu yuan (sekitar Rp 60 juta hingga Rp 100 juta). Kini telah melambung sampai 100 ribu yuan (sekitar Rp 200 juta),” terang Jingchun, dilansir dari BBC.

Bukannya nggak ada ketegasan dari pemerintah, sudah ada hukum untuk melarang tindakan ilegal itu. Tapi para perampok masih saja berkeliaran menggali kuburan, duh seenaknya~
Tahun lalu, seorang pria ditangkap di Liangcheng, Mongolia. Kepada polisi,dia mengatakan telah membunuh perempuan dan kemudian menjual mayatnya kepada keluarga yang mencari pasangan pengantin hantu. Penasaran kenapa hal setega ini bisa terjadi?

Baca Juga :Desa Pewaris Budaya Indonesia

Jadi gini, di beberapa kabupaten di China, seperi Shaanxi misalnya, tempat terjadinya kasus pembunuhan terbaru. Banyak sekali pria muda lajang yang bekerja di pertambangan batubara, dan memiliki angka kematian tinggi. Kemudian, Pernikahan Hantu dipilih sebagai bentuk `kompensasi` emosional bagi keluarga yang ditinggalkan. Mencarikan mempelai perempuan yang sudah meninggal adalah sesuatu yang bisa mereka lakukan untuk anak laki-laki mereka yang mati muda saat mencari nafkah.

Nggak hanya di Provinsi Shaanxi, ritual ini juga ditemukan di Provinsi Henan. Bahkan seorang ahli feng shui di Hong Kong menegaskan, tradisi kuno ini masih hidup di kalangan masyarakat China di Asia Tenggaraa
Hal serupa juga terjadi di Taiwan. Jika seorang perempuan lajang meninggal, keluarganya akan menaruh bungkusan atau paket berwarna merah yang berisi uang tunai, uang kertas, seikat rambut, dan kuku, di tempat terbuka. Lalu mereka menunggu sampai ada pria yang mengambil bungkusan tersebut. Nah, pria pertama yang mengambilnya, berarti terpilih sebagai pengantin pria dan jika menolak untuk menikah dengan jenazah, maka dia diyakini akan dirundung nasib sial.

Ritual pernikahan di Taiwan ini memang mirip dengan yang di China, tetapi nggak dibarengi dengan ritual menggali tulang belulang. Pengantin pria yang masih hidup juga diperbolehkan untuk menikahi perempuan biasa yang masih hidup di kemudian hari. Tapi, istri yang dinikahinya pertama sebagai mayat harus tetap diperlakukan sebagai istri utama. Nah yang ini maksudnya gimana? Hahaha.

Dilema sih emang. Berkaitan erat dengan tradisi dan warisan budaya. Menyikapi perampokan makam dan pencurian mayat pun bukan perkara sederhana. Masih mau ke China? Kalau ya, mungkin kamu bisa masukkan upacara ini sebagai salah satu destinasi untuk memperkaya diri. Nikah aja sekarang, mumpung belum ketemu ajal.