Budaya Membayar Mahar Ala Orang Batak

Budaya Membayar Mahar Ala Orang Batak

inforom-culutral.org Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Budaya Membayar Mahar Ala Orang Batak. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Budaya Membayar Mahar Ala Orang Batak

Dalam tradisi pernikahan di Indonesia, tidak akan pernah terlepas dari yang namanya mahar atau seserahan. Bukan hanya sebagai syarat sah dalam prosesi menikah, mahar juga dapat diartikan sebagai perlambangan kesungguhan si cowok dalam menikahi pasangannya. Nggak tahu kenapa mahar bisa dinilai sebegitu penting, mungkin karena sudah menjadi anjuran agama, adat, budaya serta tradisi di setiap daerah bahwa mahar itu sesuatu yang wajib untuk dilaksanakan.

Biasanya mahar juga menjadi pertanda status sosial kedua mempelai, semakin besar mahar yang diberikan, semakin besar apresiasi yang diterima.

Tidak jauh berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia, mahar juga diterapkan di daerah batak Sumatera Utara yang dikenal dengan sinamot namanya. Hampir sama dengan uang panai dari adat Sulawesi, Sinamot menjadi tradisi pernikahan dari adat Batak yang terkenal sangat mahal harganya. Bagi yang belum tahu tentang tradisi Sinamot, ini sedikit informasinya.

Sinamot sering seringkali diartikan sebagai tradisi ‘membeli’ si cewek dari keluarganya. Tapi ‘membeli’ disini sama sekali gak ada transaksi manusianya, lho!
Anak muda Batak banyak yang merasa was-was bahkan cemas jika ingin menikah. Bukan cemas karena persiapan menikah yang sangat banyak, melainkan harus memikirkan biaya Tuhor Ni Boru alias biaya untuk “membeli pasangan” oleh pihak cowok kepada pihak cewek yang akan menikah. Sebenarnya dalam pernikahan ini tidak ada transaksi jual beli manusia, tidak ada sama sekali. Kata-kata membeli pasangan itu cuma anggapan orang-orang yang tidak paham makna dari Sinamot sendiri.

Dalam menikah tidak ada yang namanya dibeli dan dalam menikah tidak ada yang namanya dijual.

Catatan penulis: Kalau mendegar kata-kata pasangan ‘dibeli’ itu pasti orang beranggapan ada transaksi antara kedua belah pihak. Memang bagi mereka yang tidak tahu, Sinamot sering diartikan seperti itu. Tapi, alangkah bijaknya kalau kita tidak mengartikan bahwa Sinamot sebatas membeli pasangan. Bukankah tujuan ini ada bukan semata-mata ingin membeli, sebenarnya ini cuma masalah kita mengartikan Sinamot saja. Takutnya orang berfikir Sinamot itu membeli pasangan ke arah yang negatif dan bisa melakukan semena-mena kepada istri. Jangan sampai itu terjadi ya.

Banyak orang beranggapan bahwa Sinamot itu sangat mahal, bahkan kerap membuat banyak orang gagal menikah. Hal ini sebetulnya nggak bakal terjadi, jika kamu bisa mengutamakan esensi dan negosiasi tentang besaran Sinamot sendiri
Salah satu hal yang sering diperbincangkan orang tentang Sinamot adalah gagal nikah. Impian sepasang manusia untuk mengarungi biduk rumah tangga harus kandas di hantam badai Sinamot yang sangat besar. Sehingga bisa dibilang ini jadi momok yang cukup menakutkan bagi pasangan anak muda Batak di zaman sekarang. Banyak keluhan-keluhan terkait harga Sinamot yang begitu tinggi, sampai-sampai banyak “meme” di media sosial yang meminta harga Sinamot diturunkan.

Padahal esensi Sinamot itu sendiri adalah wujud “penghormatan” orangtua dan (calon) pengantin pria kepada pihak orangtua perempuan karena putri mereka akan dijadikan istri, menantu, dan ibu bagi keluarga batih serta marga.

Kalau kita cermati lagi, gagalnya menikah bukan karena Sinamot yang mahal penyebabnya. Hal ini bisa terjadi karena gengsi yang tinggi antara kedua pihak yang terhadap materi yang akan dikeluarkan. Kegagalan pernikahan ini bisa dihindari dengan saling mengerti makna pernikahan itu sendiri. Sinamot bagi kalangan di luar marga Batak sana memang terkenal dengan mahar yang mahal. Memang sih, bagi kita yang orang awam yang ngak tahu tata cara Sinamot itu akan geleng-geleng kepala. Tapi, Semua itu bisa dirundingkan alias nego. Dari yang harganya bikin geleng kepala, bisa dinego menjadi harga yang bikin angguk-angguk kepala.

Tidak hanya diputuskan oleh pihak cewek saja, harga Sinamot juga dimusyawarahkan dengan pihak cowok juga
Harga Sinamot tidak hanya ditentukan oleh pihak cewek saja, lho. Dalam menentukan harga Sinamot terdapat perundingan antara pihak cewek dan cowok juga. Termasuk adanya musyawarah yang sebelum pernikahan dilangsungkan. Jadi penentuan harga tidak hanya menjadi hak keluarga cewek saja, tapi pihak cowok juga kok.

Kedua pihak akan bertemu dan berdiskusi terlebih dahulu tentang besaran Sinamot yang diberikan, di sinilah terjadi semacam tawar-menawar harga Sinamot yang akan dibayarkan.

Entah bagaimana mekanisme tawar menawar Sinamot ini. Yang jelas pasti ada tarik ulur harga di situ. Pihak si wanita menawarkan harga, kemudian akan ditawar oleh pihak pria. Begitu terus sampai terjadi kesepakatan di antara keduanya setelah mempertimbangkan banyak hal. Dalam diskusi Sinamot ini juga bisa terlihat bagaimana besarnya perjuangan si pria. Yang jelas di sini terjadi perundingan yang terkadang harus mempertaruhkan pernikahan.

Makin tinggi status pendidikan dan pekerjaan semakin besar Sinamot yang harus dibayarkan. Tidak hanya itu, jarak antara rumah cewek dan cowok juga jadi pertimbangan, lho!
Meskipun ada tawar menawar sebelum Sinamot diberikan, tapi sebenarnya mahar ini punya patokan alias standar harga sendiri. Salah satu hal yang paling dipertimbangkan adalah status pendidikan, pekerjaan, serta jarak rumah. Kalau untuk hitungan harga sendiri, parameter harganya pun beragam dan itu selalu berkaca kepada si ceweknya. Makin tinggi parameternya, Sinamot bisa harus dibayarkan bahkan sampai puluhan juta.

Tidak hanya status pendidikan dan pekerjaan, jarak juga jadi pertimbangan. Karena Sinamot biasanya merupakan biaya yang akan digunakan untuk biaya transportasi oleh pihak cewek. Jadi jarak antara rumah juga masuk hitungan.

Tak hanya cukup di situ saja, asal-usul dari status dari si cewek juga gak boleh dikesampingkan. Harga Sinamot juga bisa dipengaruhi oleh status keluarganya. Makin terpandang keluarga cewek berasal, maka besar lagi harga Sinamot yang harus dibayarkan. Ada lagi nih, Sinamot juga masih bisa dipengaruhi harganya dari kesan masyarakat kepada si wanita. Makin baik dikenalnya, biasanya makin mahal maharnya.

Baca Juga :Pernikahan Ala Budaya Barat Yang Mau Dicoba

Bagi tradisi Batak, Sinamot memang sebuah kewajiban. Namun, ini sebenarnya bukti kesungguhan dalam perjuangan cowok mencari istri!
Keberadaan Sinamot hukumnya adalah wajib. Tak hanya sebagai syarat sah nikah, tapi juga perlambangan cinta dan perjuangan. Bagi orang-orang Batak, cewek merupakan makhluk yang sangat dimuliakan dan harus terus dipertahankan. Makanya, mereka tak hanya dihormati dan disayangi, tapi cewek juga harus diperjuangkan. Apalagi bagi yang ingin menikahinya.

Sangat wajarlah kalau cowok Batak terkenal dengan pekerja keras untuk mengumpulkan dan membayar Sinamot jika menikah nanti.

Butuh lebih dari usaha untuk bisa menjadikan seorang wanita Batak sebagai istri. Salah satunya ya lewat Sinamot ini. Di Batak tak akan ada seorang bapak pun yang rela anaknya diboyong tanpa realisasi berupa Sinamot oleh seorang pria. Sinamot jadi bukti nyata yang paling kelihatan, terutama kepada keluarga besar, tentang kesungguhan pria. Makanya, begitu Sinamot rampung diberikan, keluarga pun akan merasa lega dan puas. Ini jadi indikasi jika si wanita mendapatkan pria yang baik dan mau berjuang untuknya.

Budaya Positif Negeri Sakura Yang Harus Di Tiru

Budaya Positif Negeri Sakura Yang Harus Di Tiru

inforom-culutral.org Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Budaya Positif Negeri Sakura Yang Harus Di Tiru. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Budaya Positif Negeri Sakura Yang Harus Di Tiru

1. Meski mereka banyak menciptakan inovasi di bidang teknologi, tapi mereka tidak mengandalkan gadget di segala situasi
Jepang memang terkenal dengan berbagai teknologi canggihnya, termasuk gadget. Namun, siswa-siswa di Jepang dilarang membawa gadget ke sekolah. Selain supaya mereka lebih fokus dalam belajar, peraturan ini menghapuskan perbedaan antar siswa. Jadi nggak ada diskriminasi antara ‘si kaya’ dan ‘si miskin’ di sekolah.

Kalau kamu masih ke mana-mana bawa gadget, bahkan ke WC saja smartphone-mu nggak boleh ketinggalan, coba direnungkan lagi. Jangan sampai keinginanmu untuk terus update justru membuatmu jadi egois dan nggak tanggap kehidupan nyata.

2. Bagi orang Jepang, waktu adalah uang. Mereka nggak akan keberatan untuk kerja lembur tanpa libur
Jepang memang terkenal dengan budaya gila kerja nya. Bagi mereka, untuk meraih sebuah kesuksesan adalah dengan bekerja keras. Soal waktu, mereka nggak pernah ngaret. Mereka selalu datang ke tempat kerja lebih awal dengan alasan agar tidak terlambat. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan agak memalukan di Jepang, karena seakan-akan pegawai tersebut tidak terlalu dibutuhkan oleh perusahaan. Para pekerja di Jepang dengan sukarela memberikan performa terbaiknya, sampai lembur pun mereka lakukan dengan senang hati.

3. Saking mandirinya, orang Jepang ogah ditraktir atau menraktir. Hidup lebih praktis kalo bayar masing-masing!
Jangan heran kalau orang Jepang anti sama yang namanya ngutang. Sejak kecil, mereka sudah diajarkan untuk mandiri. Saat di bangku sekolah misalnya, mereka dibiasakan untuk membawa peralatan mereka sendiri. Mereka juga diharapkan bertanggung jawab akan barang yang menjadi kepemilikan mereka sendiri. Ini juga yang jadi alasan kenapa mereka nggak mau ditraktir atau menraktir, karena mereka terbiasa melakukan apapun sendiri.

4. Karena pengetahuan dan wawasan dianggap nomor satu, membaca buku jadi semacam candu
Sebagian besar masyarakat Jepang selalu menghabiskan waktu untuk membaca buku atau apa saja yang mengasah otak mereka. Kebiasaan ini bisa dilihat saat mereka berada di dalam kendaraan umum seperti di kereta. Orang-orang Jepang biasanya membaca buku pelajaran, komik, majalah, koran dalam bentuk cetak maupun secara elektronik melalui gadget-nya. Budaya ini sudah sangat kental dengan masyarakatnya.

Jadi, kamu yang selama ini menghabiskan waktu perjalannya dengan mengobrol hal yang nggak penting, bengong atau memainkan gadget, coba deh belajar dari kebiasaan orang Jepang. 🙂

5. Nggak fasih Bahasa Inggris bukan jadi masalah, yang penting selalu bersikap santun dan ramah
Orang Jepang sangat ramah dan bersahabat. Mereka cenderung untuk selalu menyapa dan mengucapkan salam kepada orang yang ditemuinya, sekalipun itu orang asing yang belum mereka kenal. Kebanyakan mereka nggak lancar berbahasa Inggris karena sangat menjunjung tinggi bahasa lokalnya. Mereka sangat hati-hati dalam berbicara, karena mereka menjaga perasaan orang yang diajak bicara. Dalam hal ini, “baper”nya orang Jepang ada manfaatnya.

6. Mereka adalah orang-orang yang menghargai proses. Dalam hidup ini, segala hal harus berubah jadi lebih baik
Ini adalah salah satu karakter positif yang dimiliki oleh orang Jepang. Mereka nggak hanya berorientasi pada hasil, tetapi lebih pada proses. Mereka nggak cepat puas dengan hasil yang diperoleh. Seiring dengan berjalannya waktu, mereka selalu selangkah lebih maju. Hal ini tampak dari ekspresi mereka yang selalu bersemangat menyongsong setiap pekerjaan dan tantangan, karena mereka yakin dengan semangat dan kerja keras akan memberikan hasil yang baik.

7. Kesehatan adalah yang utama. Itulah mengapa orang Jepang hobi makan sayur dan ikan
Banyak menu makanan khas Jepang yang disajikan dalam bentuk yang masih mentah. Itu semua karena orang Jepang menganggap makanan yang terlalu lama diolah akan mengurangi kadar zat gizi yang terkandung dari makanan tersebut.

Baca Juga :Berkembangnya Budaya Menggunakan Sarung Di Indonesia

Orang Jepang sangat menyukai yogurt, acar, dan tofu. Karena di dalam makanan tersebut terkandung isoflavon yang tinggi yang bisa membantu daya tahan tubuh. Orang Jepang juga sangat suka dengan makanan-makanan yang berasal dari laut. Karena di dalam makanan dari laut ini mengandung zat antioksidan dan kandungan asam lemak omega 3, yang sangat baik untuk kesehatan tubuh dan kecerdasan otak.

8. Disiplinnya orang Jepang patut diacungi jempol. Karena patuh peraturan, mereka pantang nyerobot antrean
Orang Jepang lebih senang memilih memakai jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan raya. Orang Jepang sangat loyal terhadap peraturan, termasuk untuk urusan mengantre. Antre sudah menjadi budaya disiplinnya orang-orang Jepang. Mereka nggak akan menerobos antrian apapun yang terjadi. Kalau kalian coba bertanya kepada mereka kenapa mereka selalu taat kepada setiap aturan, maka jawabannya akan sederhana, karena itu adalah aturan, titik.

9. Tradisi adalah sesuatu yang sangat dihormati, tidak akan hilang walau sudah berdampingan dengan modernisasi
Menjadi negara maju nggak menjadikan Jepang meninggalkan tradisi dan memegang teguh kebudayaan yang diwariskan nenek moyangnya. Ini adalah alasan kenapa orang Jepang nggak fasih berbahasa Inggris, meski mereka mempelajari. Mereka sangat menghormati budaya lokal dan mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Berkembangnya Budaya Menggunakan Sarung Di Indonesia

Berkembangnya Budaya Menggunakan Sarung Di Indonesia

inforom-culutral.org Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Berkembangnya Budaya Menggunakan Sarung Di Indonesia. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Berkembangnya Budaya Menggunakan Sarung Di Indonesia

Orang Indonesia, pasti sudah familiar dengan yang namanya sarung. Iya, sarung adalah kain yang biasa dipakai, oleh para cowok terutama, untuk beribadah. Namun, sebenarnya, seperti apa sih sarung di mata budaya lain dan darimana sih asal budaya pakai sarung ini.Berdasarkan sejarahnya sarung nggak hanya dipakai orang Indonesia dan nggak hanya untuk beribadah, lho. Bahkan sarung ini umumnya dipakai oleh cowok. Tapi berbeda dari rok, sarung lebih condong pada kain lebar yang dililitkan. Nah biar kamu paham benar tentang sarung,  pengetahuan A-Z tentang sarung. Disimak dong!

Di negara timur tengah seperti Arab dan Yaman, sarung tidak identik untuk beribadah seperti di Indonesia
Berbeda dengan di Indonesia dimana sarung digunakan untuk beribadah bagi kaum muslim, di negara-negara timur tengah seperti Arab sarung lebih sering digunakaan untuk kegiatan sehari-hari dan di dalam rumah. Ketika beribadah, orang timur tengah mengenakan gamis. Orang Arab biasa menyebut sarung dengan nama izaar. Sebagian orang Arab bahkan mengidentikkan izaar sebagai pakaian yang digunakan ketika akan tidur atau akan melakukan hubungan dengan istrinya. Bahkan dalam sebuah kajian kitab mengenai hubungan suami istri setelah menikah yaitu fatkhul izaar yang dalam bahasa Indonesia berarti membuka sarung. Sedangkan sarung masuk Indonesia dibawa oleh para pedagang Gujarat yang juga menyebarkan agama Islam. Sehingga sarung jadi identik dengan budaya keislaman.

Sarung pernah jadi simbol perjuangan anti budaya barat ketika masa penjajahan
Di zaman penjajahan, sarung digunakan sebagai simbol anti budaya barat yang dibawa oleh penjajah. Pada saat itu, kaum santri adalah yang paling konsisten mengenakan sarung. Salah satu tokoh penting Nahdatul Ulama yaitu KH. Abdul Wahab Hasbullah yang juga salah satu pejuang perang melawan penjajah juga sangat konsisten menggunakan sarung bahkan ketika menghadiri acara formal kepresidenan.

Saat ini sarung jadi simbol kesopanan di Indonesia dan digunakan kaum muslim untuk beribadah
Di Indonesia sarung termasuk pakaian yang menunjukkan kesopanan dan penghormatan yang tinggi. Tidak heran ini menjadi sebuah pakaian untuk beribadah. Berbeda dengan negara Mesir yang justru menganggap sarung tidak sopan dikenakan di acara formal karena biasanya dikenakan di rumah ketika akan tidur. Hal ini berkaitan dengan faktor sejarah, dimana sarung pernah menjadi simbol perjuangan dan kebanggaan dalam menunjukkan sikap anti barat dan penjajah.

Baca Juga :Budaya Pernikahan Di China

Nggak cuma sekedar motif asal-asalan, kotak-kotak di sarung ternyata punya filosofi, lho…
Seringkali kita menemukan sarung dengan motif kotak-kotak. Meskipun banyak juga sarung khas daerah yang menggunakan motif batik atau pun songket, namun motif kotak-kotak adalah motif yang paling banyak ditemui di Indonesia. Ternyata ada filosofi tersendiri dari motif ini, yaitu ketika berada di sebuah titik berwarna putih maka akan melangkah ke manapun baik itu ke kanan, kiri, atas maupun bawah maka akan tetap menemui warna yang berbeda-beda. Hal ini menggambarkan bahwa manusia yang hendak mengambil langkah ke manapun maka akan tetap menemukan perbedaan dan harus mengambil konsekuensi dari setiap langkah yang ditempuh.

Bahkan Presiden Jokowi mengenakan sarung dan jas ketika turun dari pesawat
Ada yang unik dari presiden kita. Beberapa waktu yang lalu (8/1/2017) Presiden Jokowi sempat menghebohkan media dengan penampilannya yang mengenakan sarung lengkap dengan peci dan bersetelan jas ketika turun dari pesawat dan hendak menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk kemudian menghadiri peringatan Maulid Nabi di Pekalongan. Dengan mengenakan sarung dan peci secara tidak langsung Presiden Jokowi menunjukkan bahwa sarung dan peci tetap menjadi pakaian kehormatan bagi masyarakat Indonesia.

Desa Pewaris Budaya Indonesia

Desa Pewaris Budaya Indonesia

inforom-culutral.org Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Desa Pewaris Budaya Indonesia.Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Desa Pewaris Budaya Indonesia

Kekayaan dan keanekaragaman budaya di Indonesia memang nggak bisa disangsikan lagi. Begitu banyak keunikan dan keindahan yang bisa kita nikmati dari negeri ini. Menjaga keaslian identitas bangsa dengan melestarikan kebudayaan peninggalan leluhur adalah salah satu cara terbaik yang dilakukan pemerintah dan masyarakat Indonesia.

Seberapa canggihnya gadget-mu, kamu nggak akan bisa menggunakannya di desa ini. Masyarakat Baduy melarang kamera masuk ke desa mereka.
Terletak di ujung barat Pulau Jawa, tepatnya di Provinsi Banten, terdapat sebuah desa dengan kearifan lokal yang masih sangat kental. Nggak sedikit orang yang mengunjungi desa ini, entah sekadar liburan atau mengumpulkan data mengenai kebudayaan masyarakat Baduy untuk skripsinya.

Di sini kamu bisa mengenal kebudayaan masyarakat Baduy dengan lekat. Mereka begitu ramah dengan para pengunjung. Kamu boleh menginap dan bersosialisasi dengan warga sekitar dengan leluasa, kecuali satu hal. Nggak boleh ada gejet masuk di desa Baduy Dalam ini! Haha. Bisa nggak kamu hidup tanpa gejet? :p

Inilah desa adat suku Loli dari Sumba Barat yang tertata rapi. Kalau ke sini, jangan lupa untuk beli kain khas mereka, ya!
Desa ini merupakan tempat tinggal suku Loli, Sumba Barat. Pedesaan yang dikelilingi perbukitan ini terletak nggak jauh dari Waikabubak. Di desa inilah masyarakat Sumba menyimpan dan melestarikan budaya leluhur mereka. Di tengah perumahan ini terdapat sebuah kuburan megalitik atau makam dari batu yang disebut Waruga, dan digadang-gadang sebagai simbol kosmologi lokal suku Loli.

Terlepas dari sejarahnya, di sini kamu bisa menyaksikan masyarakat suku Loli bertenun dan beraktivitas. Oh, iya, kain khas Sumba Barat dan Timur berbeda corak loh. Nggak ada salahnya kamu membelinya dari masyarakat setempat.

Bukan hanya pemandangan indah yang menghiasi Desa Trunyan ini. Mampirlah ke desa ini untuk melihat keistimewaannya!
Desa ini agak sedikit berbeda dengan desa indah lainnya yang ada di Indonesia. Dibilang indah, emang indah sih. Sangat kental dengan adat budaya para leluhurnya, Desa Trunyan di Bali ini menyimpan keindahan dan ‘kengerian’ tersendiri. Gimana nggak ngeri coba, kalau kamu berkunjung ke desa ini, bukan cuma pemandangan cantik nan asri yang bakal kamu temui. Tapi kamu juga akan menemui beberapa tengkorak manusia yang tertata rapi atau berantakan di mana-mana! #DHEG

Seram sih kelihatannya, tapi inilah yang membuat desa yang terletak di Kabupaten Bungli ini menjadi istimewa. Di salah satu sudut desa ini terdapat kuburan, tetapi kuburan ini bukan seperti yang kamu kira; sebuah pemakaman yang tertata rapi dengan nisannya. Bukan, melainkan sebuah tempat di mana jasad manusia terkumpul tanpa dikubur atau dibakar layaknya adat masyarakat Bali pada umumnya (ngaben). Nahloh, cobain deh main ke desa ini. Berani nggak?

Lebih sekadar dari Puncak, Desa Munduk menawarkan ketenangan batin dan raga untuk pengunjung yang ingin beristirahat.
Desa yang secara administratif terletak di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali Utara ini berada di ketinggian 800 mdpl. Pada tahun 2010, Desa Munduk mendapat penghargaan juara II sebagai Desa Wisata Nasional. Desa ini menawarkan ketenangan batin, kesejukan jasmani, dan kenyamanan bersosialisasi. Suhu di kawasan ini berkisar antara 20-25 derejat Celcius. Temperatur yang pas untuk merihatkan pikiran dan badan yang letih setelah berhari-hari kerja membanting tulang. Juga hamparan pepohonan hijau nan asri yang membuat pemandangan di sekitar desa ini terasa lebih menenangkan. Kalau kamu bosan berwisata ke pantai atau ke gunung, cobalah untuk mengistirahatkan tenagamu di desa ini. Asyik banget!

Ingin melihat potret peradaban masyarakat Bali pada zaman dulu? Mampirlah ke Desa Penglipuran Bali.
Siapa yang nggak tahu desa ini? Siapapun yang pernah ikut tour and travel ke Bali tentu mendapatkan paket berkeliling ke desa yang sudah ada sejak 700an tahun lalu ini. Desa Penglipuran ini berdiri sejak zaman kerajaan Bangli, di mana mayoritas penduduknya berasal dari daerah Buyung Gede, Kintamani yang melakukan migrasi permanen. Diaspora ini menghasilkan sebuah desa yang selalu mendapat predikat sebagai desa wisata terbaik nasional, dan cukup akrab dengan turis mancanegara yang menjadikan desa ini sebagai destinasi wisatanya. Sebab di desa ini kamu bisa melihat dan menyaksikan betapa kearifan lokal dijaga dengan baik. Berasa ada di Bali pada zaman dulu gitu deh.

Baca Juga :Budaya Musik Rap N Beat

Kamu nggak akan menyesal pernah berkunjung ke desa ini. Desa Wae Rebo, NTT, menyimpan berjuta kejutan indah untukmu.
Inilah desa budaya tercantik dan pertama di Indonesia yang telah diakui dunia. Terletak di Kecamatan Satarmasem, Kabupetan Manggarai, Nusa Tenggara Timur, desa ini memiliki 7 buah rumah utama yang berdiri kukuh sejak lama. Ketujuh rumah ini memiliki bentuk dan diameter yang hampir sama persis. Jangan ragukan akan keindahan dan kenyamanan lingkungan di desa ini. Sekali matamu memandang ke semua penjuru, dapat dipastikan kamu nggak akan mau pulang buru-buru. Apalagi ketika sunrise, matahari yang kemerahan malu-malu muncul dari balik awan dan kabut di sekitar Wae Rebo. Belum lagi kamu akan disuguhi kopi khas Flores. Betah deh! Cocok juga buat menghilangkan galau hati yang mengakar. :p

Di Desa Kete Kesu, kamu bisa temukan barisan rumah adat berusia ratusan tahun dari Tana Toraja. Inilah desa megalitikum tercantik di Indonesia!
Dari timur Indonesia, tepatnya di Tana Toraja, belum lengkap rasanya kalau kamu nggak berkunjung ke Desa Kete Kesu. Desa yang terletak di Kampung Bonoran, Kelurahan Tikunna Malenong, Kecamatan Sanggalangi, Toraja Utara, Sulawesi Selatan ini merupakan tempat yang tepat untuk kamu mennyaksikan rekam jejak kehidupan masyarakat Tana Toraja tempo dulu. Begitu tinggi masyarakat setempat menjunjung adat warisan para leluhur mereka.

Desa ini menawarkan paket lengkap, seperti wisata alam, budaya, dan sejarah. Ya, karena desa ini di kelilingi pegunungan, sawah yang menghampar, dan tentunya rumah adat yang berusia ratusan tahun yang berjajar rapi dengan ukir-ukiran khas Tana Toraja. Wah, nggak ada bosennya deh berkunjung ke desa ini!

Nah, itulah beberapa desa terindah yang senantiasa melestarikan warisan budaya dari para leluhur kita. Desa mana yang akan masuk daftar destinasi wisatamu selanjutnya? Atau adakah desa lain yang menarik untuk dikunjungi? Share di kolom komentar dong, plis. 🙂

Budaya Tenun Indonesia Yang Menipis

Budaya Tenun Indonesia Yang Menipis

inforom-culutral.org Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Budaya Tenun Indonesia Yang Menipis. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Budaya Tenun Indonesia Yang Menipis

Budaya tenun ikat saat ini boleh dikatakan hilang termakan oleh virus globalisasi digital. Virus yang memanjakan kita untuk kehilangan akan berbagai nilai-nilai budaya yang tertuang dalam ragam motif tenun tersebut. Kita lebih cenderung sebagai konsumtif akan nilai-nilai modern dibandingkan sebagai produktif akan nilai-nilai tradisional. Hal ini jika dianalisis secara kasat mata, maka hilangnya nilai-nilai yang tertuang dalam motif kain tenun ikat mulai menurun dan bahkan hilang bagi generasi penerus kebudayaan.

Generasi penerus bangsa lebih menghabiskan waktunya dengan kemanjaannya pada berbagai alat-alat elektronik (televisi, gadget, handphone, game, dan lain sebagainya) dibandingkan dengan menghabiskan untuk belajar menenun. Hal ini akan berdampak pada keingintahuan seseorang terhadap bagaimana proses dan hasil dalam tradisi budaya tenun.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi sangat berperan penting dan tidak bisa untuk dihindari bagi setiap individu dalam kehidupannya, karena kemajuan teknologi berjalan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Dewasa ini, teknologi telah menjadi sebuah kekuatan otonom yang telah membelenggu perilaku dan gaya hidup kita sendiri.

Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar yang ditopang oleh sistem sosial yang kuat, dan dalam kecepatan yang semakin tinggi, teknologi telah menjadi pengarah hidup setiap individu. Masyarakat yang rendah kemampuan teknologinya cenderung tergantung dan hanya mampu bereaksi terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kecanggihan teknologi.

Perkembangan dunia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) yang demikian pesatnya telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Seluruh pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik cukup besar, kini relatif digantikan dengan perangkat mesin otomatis yang mengalihfungsikan setiap pekerjaan dengan cepat dan hasilnya cukup menakjubkan.

Jika direnungkan, pada kehidupan era globalisasi ini hampir seluruh generus penerus melupakan akan budaya tenun yang telah diajarkan secara turun-temurun demi menjaga nilai dan makna yang terkandung dalam setiap ragam motif yang digambarkan atau tertera pada kain tenun ikat yang ada. Tenun ikat dipandang memiliki nilai-nilai simbolis yang terkandung di dalamnya, termasuk arti dari ragam rias yang ada memiliki nilai spiritual dan mistik menurut adat istiadat.

Ragam hias pada kain tenun ikat yang ada di hampir semua daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya merupakan sifatnya sebagai hiasan atau dekorasi belaka, namun ragam hias yang terdapat pada setiap kain tenun yang dihasilkan melalui motif dan warnanya merupakan manifestasi dari kehidupan masyarakat yang ada. Hal ini merupakan sebuah simbol atau lambang, sehingga memiliki arti tertentu seperti warna hitam berarti kedukaan, merah berarti kejantanan, putih berarti kesucian, kuning berarti kebahagiaan, biru berarti kedamaian, dan hijau berarti kesuburan.

Tenun ikat dalam proses pembuatannya tanpa diperlukan teknologi modern untuk menggambarkan setiap ragam motifnya, tetapi diperlukan proses kesabaran yang cukup panjang dalam menghasilkannya. Hal ini dimulai dari penanaman bibit kapas, pemanenan, penjemuran, pemilahan kapas, proses penghalusan, pemintalan kapas menjadi benang, proses penggulungan, pewarnaan benang, hingga sampai pada proses penenunannya.

Baca Juga :Budaya Pernikahan Khas Minangkabau

Kain tenun ikat yang dihasilkan berfungsi dan bernilai ekonomis, sosial, maupun budaya. Hal ini dapat dilihat bahwa kain tenun ikat dipakai sebagai salah satu objek belis dalam upacara perkawinan, kain penutup jenasah, dan juga dapat memberikan identitas sosial (etika dan estetika) dari si pemakai. Fungsi utama kain tenun ikat adalah sebagai berikut:

1) sebagai busana sehari-hari untuk melindungi tubuh,
2) sebagai busana yang dipakai dalam tari-tarian adat/upacara adat,
3) sebagai alat penghargaan dan pemberian perkawinan (belis/ mas kawin),
4) sebagai pakaian adat perkawinan,
5) sebagai alat penghargaan dan pemberian dalam acara kematian,
6) sebagai alat untuk denda adat dalam mengembalikan keseimbangan sosial yang terganggu akibat suatu pelanggaran adat,
7) sebagai alat tukar dalam bidang ekonomi,
8) sebagai prestise dalam strata sosial masyarakat,
9) sebagai mitos, lambang suku yang diagungkan karena menurut corak/desain tertentu akan dilindungi dari gangguan alam, bencana, roh jahat, dan lain sebagainya,
10) sebagai alat penghargaan kepada tamu yang datang,
11) sebagai sumber pendapatan masyarakat di pedesaan, dan
12) sebagai pakaian resmi untuk Pegawai Negeri Sipil pada hari tertentu.

Dahulu, setiap wanita yang pandai menenun dianggap lebih tinggi derajatnya dari yang lain. Hal tersebut menjadi suatu kebanggan bagi seseorang atau sebuah keluarga. Hasil tenunannya sangat dibanggakan karena memiliki suatu sugesti yang memberikan kekuatan terhadap suatu tindakan. Hal ini nampak ketika ibu atau saudarinya memberikan kain tenun hasil buatannya kepada anaknya yang pergi merantau atau yang akan menikah.

Material yang diberikan dianggap sebagai suatu media yang memberi kekuatan kepada si anak atau saudaranya di rantauan atau di kehidupan rumah tangga yang baru. Kekuatan yang diberikan melalui rangkaian ragam motifnya berupa kasih sayang yang tak terlupakan. Berdasarkan hal tersebut bahwa perlu adanya kesadaran bagi kita semua untuk terus melestarikan kasih sayang yang telah tertuang secara turun temurun melalui ragam motif kain tenun yang dihasilkan. Jika bukan sekarang, kapan lagi.

Budaya Pernikahan Khas Minangkabau

Budaya Pernikahan Khas Minangkabau

inforom-culutral.org Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Budaya Pernikahan Khas Minangkabau. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Budaya Pernikahan Khas Minangkabau

Dalam adat Minangkabau ada tata cara untuk upacara pernikahan adat, tetapi sebelum melakukan tata cara tersebut juga harus ada syarat untuk supaya pernikahan adat dilaksanakan dengan lancar. Syarat utama yang harus dipenuhi adalah ketersediaan dan kemampuan untuk menyesuaikan diri untuk masing masing pihak, keserasian dan keharmonisan antar kedua mempelai. Untuk melakukan upacara kawin mingkabau dua hal penting harus dipelajari, yaitu adat Minangkabau dan Agama Islam, sebelum mempelai menikah mereka harus sudah mengetahui syarat dari agama dan dari adat istiadat mInangkabau. Syarat yang harus dipenuhi sebelum pernikahan adalah:

Setelah syarat syarat tersebut terpenuhi, barulah upacara bisa dimulai. Tetapi upacara pernikahan Minangkabau bukan seperti pernikahan biasa, beberapa tata cara harus diikuti untuk pernikahan secara adat ini berjalan.

Merasek: Pertama harus melakukan proses merasek, awal pernikahan kedua keluarga harus menunjukkan kekerabatanya, keluarga wanita harus mendatangi keluarga pria untuk memberi buah buahan setelah itu beberapa wanita diutus untuk mencari tahu apakah calon mempelai pria cocok atau tidak dengan wanitanya.

Maminang setelah Marasek ada proses Maminang yaitu ketika diterima oleh kedua keluarga, kedua keluarga akan melakukan pertukaran benda. Setelah pertukaran, keluarga calon wanita mengunjungi keluarga calon pria untuk melakukan sillaturahim yang akan melekat pada kedua keluarga untuk selama lamanya.

Permohonan izin: Sebelum mulai ke upacara calon mempelai pria harus meminta izin dan restu dari orangtua, saudara, kakkaknya yang telah berkeluarga, hal yang sama juga dilakukan oleh mempelai wanita tetapi permintaan izin diwakili oleh kerabat wanita yang sudah berkeluarga.

Babako-babaki setelah memberi restu ayah dari mempelai wanita menjemput anaknya untuk memberi nasihat nasihat juga diberikan oleh keluarga yang sudah berumah tangga, antaran barang juga diperlukan dalam prosess Babako biasanya busana, perhiasan emas serta juga lauk pauk dan Nasi Kuning (makanan adat).

Malam Bainai dilakukan pada malam sebelum akad, di malam ini kuku kuku mempelai wanita diberi pacar merah atau daun inai untuk menandakan doa dan restu dari para sesepuh keluarga wanita. Dalam malam Bainai air berisi keharuman 7 kembang perlu disiapkan, karena mempelai akan disiram dengan air tersebut oleh sesepu dan orang tua mempelai.

Baca Juga : Budaya Minum Teh Inggris Yang Mendunia

Manjapuik marapulai merupakan acara adat paling penting untuk upacara penikahan Minangkabau. Manjapuik marapulai adalah proses ketika mempelai pria dijemput dan dibawa kerumah calon istrinya untuk melakukan proses akad nikah, kemudian juga diberi tanda gelar pusaka kepada mempelai pria. Keluarga calon mempelai wanita menjemput calon mempelai pria dengan membawa dan mengenakan pakaian adat, keluarga wanita membawa nasi kuning, lauk pauk dan juga barang barang yang diserahkan sebagai persembahan kepada keluarga mempelai pria. Setelah sampai kediaman mempelai wanita calon mempelai pria diarak menuju tempat calon mempelai wanita.

Mamulangkan Tando adalah memberi tanda dan ikatan janji dikembalikan kepada kedua belah pihak

Malewakan Gala mengummumkan gelar pengantin pria kepada keluarganya untuk menandakan kedewasaannya

Setelah melakukan semua acara adat Minangkabau, pengantin telah menukar pengalaman dan sudah memegang janji untuk selama lamanya. Tujuan upacara adalah melihat apakah pengantin serasi dan sejiwa supaya memberikan dan menghasilkan yang maksimal untuk kedua mempelai.

Budaya Kesenian Dari Kota Singkawang

Budaya Kesenian Dari Kota Singkawang

inforom-culutral.org Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Budaya Kesenian Dari Kota Singkawang. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Budaya Kesenian Dari Kota Singkawang

Menyaksikan atraksi yang satu ini sedikit memberikan sensasi ketegangan tersendiri. Ini merupakan parade atraksi kesaktian warga Dayak-Tiongkok dalam merayakan Cap Go Meh, perayaan yang dilakukan pasca hari raya imlek. Atraksi yang diberi nama pawai tatung ini mengikuti tradisi Tionghoa yang berbaur dengan budaya Dayak yang hanya bisa disaksikan di Singkawang, Kalimantan Barat.

Perayaan Cap Go Meh dirayakan hampir di seluruh dunia. Namun, Cap Go Meh di Singkawang memiliki perayaan yang sedikit berbeda dengan perayaan yang dilakukan di wilayah lain. Selain memiliki ciri khas budaya tradisi, aneka pertunjukan yang disajikan pada perayaan Cap Go Meh di Singkawang menyerap dan berasimilasi dengan budaya lokal. Seperti pertunjukan tatung misalnya yang menjadi salah satu bentuk asimilasi budaya di Singkawang. Tatung dalam bahasa Hakka berarti orang yang dirasuki roh, dewa, leluhur, atau kekuatan supranatural. Pawai tatung di Singkawang ini merupakan yang terbesar di dunia.

Sebelum Cap Go Meh berlangsung, terlihat satu persatu warga Tionghoa Singkawang bergantian bersembahyang di vihara. Ini dilakukan tepatnya 13-15 hari setelah tahun baru Imlek 2566. Para warga Tionghoa ini bersembahyang bukan tanpa maksud, karena hari itu disebut sebagai harimau putih, seraya berharap tidak terjadi hal-hal yang diinginkan. Saat waktu menjelang sore, banyak suhu atau pendeta yang keluar dan bersembahyang di vihara dengan tujuan meminta izin kepada para dewa, agar ritual tatung berjalan secara lancar dan terhindar dari hal-hal buruk saat festival berlangsung.

Upacara pemanggilan tatung dipimpin oleh seorang pendeta. Pemanggilan tatung ini dilakukan dengan mendatangkan roh orang yang sudah meninggal untuk merasuki tatung. “Roh-roh yang dipanggil diyakini sebagai roh-roh baik, yang mampu menangkal roh jahat yang hendak mengganggu keharmonisan hidup masyarakat. Roh baik terdiri dari roh pahlawan dalam legenda Tiongkok, seperti panglima perang, hakim, sastrawan, pangeran, pelacur yang sudah bertobat dan orang suci lainnya,” cerita Husada, Wakil Ketua Vihara Tri Dharma Bumi Raya Singkawang.

Menurut Husada, roh-roh yang dipanggil ini dapat merasuki siapa saja, tergantung apakah para pemeran tatung memenuhi syarat dalam tahapan yang ditentukan pendeta. Para tatung diwajibkan berpuasa selama tiga hari sebelum hari perayaan, dengan maksud mereka berada dalam keadaan suci sebelum perayaan. Tatung diyakini memiliki kekuatan supranatural, mampu melakukan pengobatan dan pengusiran unsur-unsur jahat (tolak bala).

Setelah sebelumnya diadakan pawai lampion, arak-arakan barongsai, dan pawai naga maka dua hari berikutnya dilakukan perayaan Cap Go Meh di Singkawang. Pada perayaan Cap Go Meh ini terdapat juga dominasi arak-arakan tatung dari vihara. Arak-arakan tatung dalam perayaan Cap Go Meh di Singkawang dilaksanakan setelah mendapat berkat dan restu dari Kelenteng atau vihara.

Upacara arak-arakan tatung dimulai dari altar vihara. Para suhu (pendeta) memberikan persembahan kepada Dewa To Pe Kong. Setelah minta diberkahi keselamatan, mereka kemudian memanggil roh, tubuh para tatung ini dirasuki roh agar menjadi kebal untuk kemudian diarak keliling kota, dengan dandanan pakaian mewakili kelompok masyarakat Tionghoa atau Dayak.

Diiringi genderang, peserta pawai mengenakan kostum gemerlap pakaian kebesaran Suku Dayak dan negeri Tiongkok di masa silam. Atraksi tatung dipenuhi dengan hal mistik dan menegangkan. Misalnya, ada tatung yang berdiri tegak diatas tandu menginjakan kaki di sebilah mata pedang atau pisau. Ada pula yang menancapkan kawat-kawat baja runcing ke pipi kanan hingga menembus pipi kiri.

Para tatung ini melakukan atraksi mempertunjukkan kekebalan mereka, sesekali mereka harus minum arak, atau bahkan menghisap darah ayam yang secara khusus disiapkan sebagai ritual. Pecahan kaca diinjak, atau bahkan kaki para tatung menginjak bagian tajam dari sebilah pedang. Para tatung diarak dengan jalan kaki, namun sebagian lain berdiri diatas tahta yang dipanggul oleh 4 orang, layaknya pembesar dari negeri Tionghoa.

Menariknya, para Tatung itu sedikit pun tidak tergores atau terluka. Sambil memamerkan kekebalan tubuh dengan benda-benda tajam, tatung diarak berkeliling kota Singkawang. Rute yang di tempuh meliputi, Lapangan Kridasana menuju Jalan Pelita, kemudian mengarah ke Jalan Yohana Godan dan Jalan GM Situt. Perjalanan kemudian berlanjut ke Jembatan Pasar Ikan, mengarah ke Jalan Saad dan mengarah ke Jalan Setia Budi dan ke jalan Toko Obat 1001 dan ke Jalan Budi Utomo serta melewati Jembatan Rusen. Dari Jembatan Rusen, perjalanan mengarah ke Vihara Tri Dharma Bumi Raya dan ke Jalan Sejahtera. Setelah itu, pawai diarahkan menuju Jalan Kepol Mahmud dan berakhir di Muka Altar Lelang. Terakhir, mereka berkumpul untuk melakukan sembahyang bersama kepada Thian (Tuhan) di altar pusat perayaan Cap Go Meh di Singkawang.

Baca Juga :Budaya Dalam Dunia Kerja Yang Harus Dimiliki

Asimilasi Budaya
Keberadaan tatung dalam jumlah besar merupakan fenomena budaya khas Kota Singkawang saat perayaan Cap Go Meh Singkawang. Sebagai pesta kebudayaan, pawai tatung memiliki sisi ritual religi yang cukup kental dan mencerminkan pembauran kepercayaan Taoisme kuno dengan animisme lokal yang hanya terdapat di Kota Singkawang.

Daerah Singkawang sendiri memiliki penduduk asli yakni Suku Dayak, Melayu yang berbaur dengan warga Tionghoa yang sudah lama tinggal di sana. Kesemuannya tidak beragama atau dikenal dengan animisme. Wilayah Singkawang awalnya merupakan bagian dari wilayah Sambas yang melingkupi Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, dan Kabupaten Bengkayang. Sambas bermakna sam (tiga) bas (etnis), yang berarti penduduknya terdiri dari etnis Melayu Sambas, yang beragama Islam, peleburan dari berbagai suku atau etnis yaitu Melayu, campuran Tionghoa-Dayak Islam, Bugis, Jawa yang beragama Islam mengidentifikasi diri sebagai etnis Melayu.

Kedua etnis Tinghoa, yang beragama Samkaw (Tao, Buddha dan konfusius), Katolik, Protestan merupakan turunan Tionghoa perantauan, turunan campuran Tionghoa Dayak yang mengidentifikasi diri dalam etnis Tionghoa Indonesia. Ketiga, etnis Dayak, beragama Katolik, Protestan, Islam dan sebagian kecil animisme, mengidentifikasi diri dengan suku Dayak (penduduk asli Kalimantan).

Perayaan festival Cap Go Meh di Singkawang merupakan perayaan yang berasal dari Tiongkok yang sejak lebih dari 250 tahun dibawa dan dirayakan di Sambas oleh orang Tionghoa Singkawang. Kemudian perayaan ini beradaptasi dan berasimilasi dengan budaya, tradisi, dan ritual tradisional animisme setempat. Festival Cap Go Meh merupakan pesta rakyat terbesar di dunia dengan fenomena kearifan lokal yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pariwisata di tanah air.

Budaya Dalam Dunia Kerja Yang Harus Dimiliki

Budaya Dalam Dunia Kerja Yang Harus Dimiliki

inforom-culutral.org Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Budaya Dalam Dunia Kerja Yang Harus Dimiliki. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Budaya Dalam Dunia Kerja Yang Harus Dimiliki

1. Jujur
Sifat jujur akan menjadi bekal yang sangat baik untuk setiap orang. Karena orang yang jujur akan selalu dihargai dan dipercaya oleh siapapun di manapun mereka berada. Jangan pernah berfikir kamu akan sukses jika kamu tidak memiliki kejujuran. Jujur adalah prinsip yang harus selalu dipegang teguh di manapun kamu bekerja. Kebohongan pasti akan ketahuan suatu saat dan begitu orang tahu kamu seorang pembohong, maka kamu akan kehilangan kepercayaan dari orang-orang.

2. Rajin
Rajin adalah hal kedua yang akan membuatmu menjadi sukses. Sebuah keberhasilan tidak akan pernah tercapai jika kamu tidak rajin mengerjakan tugas dan kewajibanmu. Selain itu, bekerja dengan rajin berarti kamu memberikan kontribusi maksimal terhadap perusahaan. Yakinlah dengan kerajinanmu, maka atasan akan selalu mempertimbangkan untuk memilih kamu dalam tugas yang bakal mengantarkanmu pada promosi.

3. Tepat Waktu
Kebiasaan buruk yang dimiliki oleh kebanyakan orang adalah tidak tepat waktu. Datang terlambat ke kantor atau tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, tidak akan membuatmu menjadi sukses. Efisiensi waktu sangatlah penting dalam dunia kerja. Ada istilah “Time is money” yang berarti waktu adalah uang. Jadi kalau kamu tidak tepat waktu dan menyia-nyiakan waktu, sama saja dengan membuang-buang uangmu yang berharga.

4. Tidak Bergunjing di Kantor
Bergunjing atau bergosip di kantor juga merupakan salah satu kebiasaan buruk dari pegawai-pegawai perusahaan, terutama para pegawai wanita. Bergunjing di kantor tidak akan membawamu pada kesuksesan, karena kamu hanya akan membuang waktumu dengan percuma. Pekerjaanmu akan terbengkalai dan tertunda. Bukannya akan menjadi sukses, kamu akan ditegur oleh atasanmu jika ketahuan suka bergunjing. Kerugian lainnya, kamu akan mengembangkan sikap curiga sehingga bisa salah menilai orang lain. Wah, jangan-jangan orang yang bakal mengantarkanmu ke kesuksesan malah kamu nilai negatif lho.

5. Memisahkan Masalah Pribadi dengan Pekerjaan
Dalam bekerja kamu haruslah profesional. Hal ini berarti kamu tidak boleh menyatukan masalah pribadi kamu dengan pekerjaan. Jika kamu memiliki masalah pribadi di rumah, jangan sampai masalah tersebut mempengaruhi pekerjaanmu. Karena jika kamu tidak memisahkan masalah pribadi dengan pekerjaan, otomatis pekerjaanmu akan terganggu dan terbengkalai. Jika hal ini terjadi, yang ada peluang kesuksesan kamu akan semakin kecil bukan semakin besar.

6. Hindari Nepotisme
Nepotisme adalah sikap lebih memilih kerabat atau teman dekat untuk menempati posisi tertentu tanpa melihat kemampuannya. Hal ini sangatlah tidak adil dan bisa menimbulkan kekacauan di dalam perusahaan. Hanya karena ia adalah kerabat atau teman dekatmu, kamu memasukkannya dalam posisi tertentu di mana kemampuan yang dimilikinya tidak sesuai dengan posisi tersebut. Hal ini akan menghambat kinerja perusahaan, malah membebani perusahaan. Kamu boleh saja lolos karena jabatanmu tinggi, tapi sekali atasanmu mengetahui orang-orang yang kamu rekrut ngga bisa kerja dan malah merugikan perusahaan, kamu bisa kehilangan segalanya.

7. Inovatif
Berinovatif berarti meningkatkan kemampuan yang kamu miliki secara terus-menerus dan bertahap. Jika kamu tidak berusaha untuk menambah kemampuanmu atau mempelajari hal baru, maka kemampuanmu hanya akan segitu-gitu saja dan tidak bertambah. Hal ini akan membuatmu kalah saing dengan pendatang baru, yang tidak lelah menambah ilmu dan kemampuan mereka. Selain itu, untuk mencapai posisi yang lebih tinggi di dalam suatu perusahaan, kemampuan yang dibutuhkan juga akan semakin tinggi. Oleh sebab itu, terus tingkatkan kemampuanmu agar kamu bisa cepat menggapai kesuksesan. Seberapa inovatifmu akan tercermin dalam karya dan kontribusimu untuk perusahaan yang selalu baru dan segar.

8. Hindari Affair di Kantor
Pekerjaan yang menuntut kamu untuk bekerja lembur dan pulang malam bersama rekan-rekan kerjamu, bisa menjadi salah satu faktor terjadi sebuah affair di kantor. Jika kamu ingin sukses, hindari affair di kantor. Selain ini akan membuatmu tidak fokus dalam bekerja, di sisi lain saat affair yang kamu miliki diketahui oleh pasanganmu, akan terjadi sebuah masalah. Yang lebih parah, kamu bisa jadi sasaran pergunjingan dan dianggap orang yang tidak bermoral.

Baca Juga :Budaya Indonesia Yang Banyak Dan Menarik

9. Kembangkan Wawasan
Seorang pegawai yang tidak memiliki wawasan yang luas cenderung akan berfikiran sempit dan tidak berfikir jauh. Semakin banyak wawasan yang kamu miliki, maka akan semakin baik keputusan yang kamu ambil dan hasil kerjamu pun akan semakin bagus. Karena kamu lebih mengetahui dampak positif dan negatif dari suatu hal. Di sisi lain, dengan wawasan yang terus berkembang, kemampuan yang kamu miliki juga akan ikut berkembang.

10. Bisa Bekerja dalam Tim
Kerjasama dalam perusahaan merupakan hal penting. Karena di dalam sebuah perusahaan tidak akan terlepas dari kerjasama sebuah tim. Kamu harus pandai bekerjasama dalam tim, tidak boleh berperilaku semau-mau dan kamu harus menghargai rekan-rekan timmu. Harus sopan dalam bertutur kata dan jangan menyinggung satu sama lain. Karena jika terjadi keributan dalam sebuah tim, maka pekerjaan tim itupun tidak akan terselesaikan. Dan hal ini tentu akan berdampak buruk pada peluangmu untuk menjadi sukses.

Budaya Indonesia Yang Banyak Dan Menarik

Budaya Indonesia Yang Banyak Dan Menarik

inforom-culutral.org Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Budaya Indonesia Yang Banyak Dan Menarik. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Budaya Indonesia Yang Banyak Dan Menarik

1. Bhinekka Tunggal Ika
Ini adalah sebuah prinsip yang dijalankan oleh bangsa Indonesia. Dimana keragaman etnis, suku, budaya, dan juga agama bukanlah penghalang bagi masyarakat Indonesia untuk bersatu dan juga saling menghormati satu sama lain. Rasa toleransi yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia adalah warna kesatuan bangsa Indonesia. Bhinekka tunggal ika adalah semboyan yang sudah dipegang oleh masyarakat guna merekatkan seluruh masyarakat Indonesia ditengah keberagaman. Bahkan negara Indonesia sering mendapatkan sanjungan dari negara lain karena bisa tetap berjalan beriringan ditengah banyak perbedaan budaya di antara masyarakatnya.

2. Batik
Batik adalah salah satu dari bagian budaya Indonesia dalam bidang seni melukis di atas kain. Kain batik saat ini telah berinovasi menjadi berbagai model pakaian yang menyesuaikan dengan fashion modern. Tapi kesan klasik dari batik tetap bisa menunjukkan ciri khas Indonesia saat digunakan oleh siapapun. Batik sendiri pernah di klaim oleh negara lain, dari sanalah masyarakat Indonesia belajar untuk mau melestarikan warisan nenek moyang Indonesia ini. Namun syukurlah kini batik resmi telah menjadi budaya Indonesia yang diakui oleh dunia.

3. Berkumpul Bersama Keluarga di Hari Raya
Budaya Indonesia yang selanjutnya adalah berkumpul bersama keluarga di hari raya baik itu hari raya Idul fitri ataupun hari raya lainnya. Biasanya di hari raya idul fitri semua keluarga akan berkumpul dan menghabiskan waktu mereka untuk mengobrol dan bertukar pikiran. Hal yang paling ditunggu-tunggu disaat berkumpul bersama keluarga di hari raya adalah acara makan yang dilakukan oleh semua keluarga besar. Ini bertujuan untuk membangun silaturahmi diantara seluruh anggota keluaga maupun tetangga di hari raya yang mungkin tidak bisa dilakukan di hari biasa. Biasanya momen hari raya di Indonesia adalah hari yang menyenangkan karena bisa berkumpul bersama seluruh anggota keluarga.

4. Wayang
Orang Indonesia mana yang tidak mengenal wayang? Ya semua orang Indonesia tentu tahu dengan wayang yang merupakan salah satu budaya yang terkenal bahkan sampai ke seluruh dunia. Pertunjukan seni yang melibatkan beberapa boneka berbentuk pahlawan atau tokoh tertentu yang biasanya terbuat dari kayu ataupun kulit hewan ini disebut dengan sebutan wayang. Ada juga beberapa pertunjukkan yang menggunakan wayang orang dimana karakter dalam pertunjukkan dimainkan oleh manusia. Pertunjukkan ini dahulunya dimanfaatkan untuk menyebarkan agama juga untuk memberikan nasihat-nasihat baik pada masyarakat melalui cerita yang disajikan. Apakah kamu pernah menonton wayang?

5. Mudik
Wah salah satu budaya Indonesia ini pasti semua orang tahu ya! Mudik atau sering juga dikenal dengan istilah pulang kampung biasanya terjadi menjelang hari raya tiba, terutama hari raya lebaran atau idul fitri. Istilah mudik ini sering digunakan oleh para perantau ketika mereka akan pulang ke kampung halaman. Jika musim, mudik tiba biasanya akan terjadi kemacetan di beberapa kawasan di Indonesia karena semua orang bertujuan untuk merayakan hari raya ke kampung mereka masing-masing. Momen kemacetan saat mudik bukanlah hal yang aneh di Indonesia, tetapi tetap saja budaya ini masih tetap dilakukan hingga sekarang.

6. Makan Menggunakan Tangan
Beberapa budaya Indonesia juga sering dianggap unik oleh banyak orang terutama para turis asing yang sedang tinggal di Indonesia. Salah satu budaya unik yang sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia sehari-hari adalah makan dengan tangan. Mungkin menurut budaya di negara lain hal ini mengkin menjijikan, namun bagi orang Indonesia makan menggunakan tangan adalah cara mereka untuk menikmati makanan. Walaupun kini banyak orang yang beralih menggunakan sendok karena perkembangan zaman namun dijamin disetiap rumah masih ada sebagian orang di Indonesia yang menggunakan tangan saat mereka makan bahkan di restauran tertentu.

7. Tidak Pernah Lupa Makan Nasi
Ini adalah budaya Indonesia yang selanjutnya yang juga pasti dibenarkan oleh orang Indonesia. Orang Indonesia tidak akan merasa kenyang jika belum makan nasi. Bahkan ada orang Indonesia yang tinggal di luar negeri dan sakit hanya karena tidak menemukan nasi untuk makan seharian. Nasi memang bahan pokok utama di Indonesia, jadi disaat dunia sedang dilanda krisis beras masyarakat Indonesia akan terkena imbasnya karena menu harian mereka yang tidak mereka lupakan adalah nasi. Sementara di negara lain mungkin karbohidrat bukanlah menu utama yang harus disajikan, mereka tidak menggunakan nasi sebagai makanan pokoknya melainkan menggunakan karbohirat lain seperti jagung, kentang, ataupun ubi.

Baca Juga :Budaya Bali Yang Bagian Dari Indonesia

8. Alat Kesenian yang Unik
Memiliki keragaman budaya, adat, dan suku membuat Indonesia dikaruniai beraneka ragam budaya yang berbeda salah satu adalah alat musik. Alat musik tradisional budaya Indonesia biasanya terbuat dari bahan-bahan yang berasal dari alam sebut saja seperti angklung, gendang, calung, kecapi, dan masih banyak lagi. Bahkan diantaranya telah dikenal sebagai alat musik dari Indonesia yang sudah diakui oleh seluruh dunia. Menakjubkan bukan budaya kita?

9. Orang Indonesia itu Ramah
Para turis asing sangat senang berkunjung ke Indonesia karena mereka merasa bahwa orang Indonesia itu ramah dan baik hati bahkan pada orang yang tidak mereka kenal sekalipun. Orang Indonesia sering bersikap ramah apalagi pada orang yang baru di daerahya, bahkan jika beruntung orang Indonesia bisa mengajak dan memberikan banyak suguhan pada orang asing yang mereka anggap tamu. Untuk itu banyak sekali turis asing yang senang sekali tinggal disini karena masyarakatnya yang murah senyum dan juga murah hati.

10. Tarian Daerah yang Mendunia
Anda patut berbangga menjadi orang Indonesia karena beberapa tarian budaya Indonesia sudah banyak dikenal oleh dunia karena keunikannya. Sebut saja seperti Tari Kecak dari Bali ataupun Tari Saman dari Aceh, para wisatawan selalu ingin melihat tarian ini secara langsung ketika mereka ke Indonesia. Sebagai generasi penerus bangsa kita wajib untuk menjaga dan melestarikan budaya tari-tarian di Indonesia agar tidak musnah tergulung zaman. Kita patut bangga sebagai bangsa yang memiliki keragaman khususnya dalam bidang budaya seni tari daerah.

Budaya Bali Yang Bagian Dari Indonesia

Budaya Bali Yang Bagian Dari Indonesia

inforom-culutral.org Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Budaya Bali Yang Bagian Dari Indonesia. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Budaya Bali Yang Bagian Dari Indonesia

1. Terdapat Ribuan Pura
Pura adalah tempat ibadah bagi umat Hindu yang ada di Bali. Di Bali sendiri terdapat ribuan pura yang berada di pusat kota sampai kawasan terpencil sekalipun. Ribuan pura tersebut seakan membawa suasana spiritual yang kental dengan agama Hindu. Beberapa pura diperbolehkan dilihat dan dinikmati oleh para wisatawan tetapi biasanya ada beberapa aturan yang harus dipenuhi. Jika kamu berada disekitar pura kamu akan merasakan suasana sejuk yang selalu menghiasi pura manapun, belum lagi aktivitas masyarakat Bali yang rajin mendatangi pura untuk berdoa dan untuk mengantarkan sesaji di pura.

2. Ramahnya Masyarakat Bali
Hal yang sering dilontarkan oleh para turis asing adalah masyarakat bali sangat ramah kepada mereka. Padahal orang Bali bahkan belum mengenal mereka sepenuhnya tetapi orang Bali memiliki ketulusan untuk melempar senyum, menyapa, atau bahkan mengajak mereka bertamu ke rumahnya. Ini adalah salah satu budaya Bali yang sudah banyak diketahui masyarakat dunia. Mereka selalu rindu berkunjung ke Bali karena alasan keramahan dan kebaikan masyarakatnya.

3. Keindahan Alam Bali
Banyak sekali daftar wisata alam yang terdapat di Bali. Keindahan alam Bali memang sangat terkenal masih mengandalkan keaslian alamnya. Masyarakat Bali memang memiliki adat untuk selalu menjaga keseimbangan alam dan manusia, dimana manusia dilarang untuk melakukan kerusakan apapun. Adat tersebut kini menjadi keuntungan tersendiri sampai sekarang, dimana wisata alam Bali selalu terjaga kebersihan dan kelestariannya sehingga dapat menarik hati para wisawatan mancanegara di seluruh dunia.

4. Wisata ke Bali itu Murah
Beriwisata ke Bali bagi wisatawan mancanegara adalah hal yang mengagumkan yang tidak bisa mereka temukan di negara bagian manapun. Selain karena alasan tersebut, Bali dikenal memiliki kelebihan dalam hal harga yang murah saat berlibur disana. Mulai dari biaya transportasi, hotel, belanja, kuliner semuanya berada di bawah harga normal yang mereka temukan di tempat liburan lainnya. Ini menjadi kelebihan dari wisata ke Bali bagi para pelancong asing yang ingin menikmati keindahan alam Bali dan juga puas menjajaki semua aspek yang ada di Bali termaksud kuliner dan juga hasil kerajinan tangannya.

5. Wisata Air Terjun di Bali
Bali juga memiliki deretan daftar wisata untuk melihat keindahan air terjunnya yang masih sangat alami dan terjaga keindahannya sampai sekarang. Para turis asing tidak pernah melewatkan kesempatan ini untuk berenang sambil menikmati pemandangan yang begitu spektakuler dari air terjun yang asri di Bali. Air terjun di Bali biasanya memiliki mitos-mitos tersendiri yang dijelaskan oleh masyarakatnya, salah satu air terjun yang populer adalah air terjun Gitgit. Air terjun dengan ketinggian 40 meter ini begitu indah dan juga alami belum lagi kolam dibawah air terjunnya yang begitu menggoda kita untuk berenang disana. Namun ada mitos yang beredar bahwa pasangan yang mandi disana akan berpisah. Kamu boleh mempercayainya atau tidak tentang mitos tersebut.

6. Surga Belanja
Biasanya wisatawan asing selalu mencari berbagai jenis kerajinan tangan yang dihasilkan masyarakat Bali yang memang banyak disana. Masyarakat Bali dikenal menghasilkan banyak kerajinan tangan yang berhubungan dengan budaya Bali seperti miniatur pura, pakaian khas Bali, ataupun kerajinan tangan dari bahan-bahan alami, dan masih banyak lagi. Selain itu, harga-harga kerajinan tangan dan juga beberapa jenis sandang di Bali terkenal murah meriah dan beragam jenisnya. Para wisawatan yang berkunjung ke Bali pasti tidak akan melewatkan acara belanja di Bali sebagai kenang-kenangan untuk di bawa pulang.

7. Liburan Penuh Tantangan
Bagi kamu yang ingin liburan yang bisa menantang adrenalin kamu, kamu bisa menjadikan Bali sebagai tempat penuh petualangan yang menakjubkan. Kamu bisa melakukan berbagai aktivitas menantang adrenalin di Bali sebut saja skydiving, flying fox, bungee jumping, surfing, diving, dan masih banyak lagi. Nilai tambah jika kamu memilih Bali adalah keindahan alam yang akan menjadi latar belakangnya saat kamu melakukan kegiatan tersebut. Bisa dibayangkan bagaimana bahagianya menikmati pemandangan alam Bali dengan kegiatan yang menentang. Hal ini pastinya akan memberikan sensasi yang berbada buat kamu.

Baca Juga :Budaya Jepang Yang Menarik

8. Pakaian Adat Bali
Pakaian adat Bali yang terkenal adalah primadona bagi para wisatawan asing, beberapa diantara mereka juga bahkan tertarik untuk mengenakan pakaian kebesaran Bali yang memang terlihat menarik dan membawa nuansa yang berbeda pada pemakainya. Salah satu pakaian adat Bali untuk wanita yang masih remaja menggunakan kemben songket, sabuk prada (sagen) untuk membelit pinggul dan dada, juga kain wastra. Untuk bagian dalam pakaian wanita diantaranya berupa kain tapih dan sinjang. Ditambah dengan indahnya ornamen perhiasan yang menghiasi bagian kepala dan juga rambut wanita yang disanggul. Sedangkan pakaian budaya Bali untuk pria salah satunya adalah menggunakan udeg atau ikat kepala, ditambah mengenakan selendang pengikat atau umpal, kain wastra, kain tampuh, lalu ditambahkan juga ornamen keris dan sabuk kemeja. Pakaian adat Bali ini pastinya akan membuat kamu tampak berbeda. Apakah kamu tertarik untuk mencobanya?

9. Tari Bali
Hal yang jangan sampai terlewatkan saat berkunjung untuk berlibur ke Bali adalah menonton pertunjukkan tari Bali yang sudah mendunia. Bahkan banyak sekali wisatawan yang rela datang ke Bali hanya untuk mempelajari ataupun ingin menyaksikan tarian Bali oleh mata mereka sendiri. Tarian Bali memiliki keunikkan tersendiri bahkan setiap tariannya mengandung beberapa pesan moral yang ingin disampaikan. Tarian Bali yang terkenal diantaranya seperti Tari Panji Semirang, Tari Pendet, Tari Condong, Tari Kecak, dan masih banyak lagi. Jika kamu merasa tertarik untuk menari tari Bali, kamu bisa mengikuti salah satu tarian yang mudah untuk kamu ikuti seperti tari kecak yang cukup mudah untuk dilakukan.

10. Upacara Potong Gigi
Kebudayaan Bali yang bisa disebut unik adalah upacara potong gigi. Upacara potong gigi wajib dilakukan pada wanita dan pria yang sudah beranjak dewasa yang ditandai dengan menstruasi pada wanita dan membesarnya suara pada pria. Tidak seperti namanya sebenarnya upacara ini hanya mengikir atau merapikan bagian gigi tertentu. Gigi yang dirapikan adalah 6 gigi yang terdapat pada rahang atas diantaranya adalah 4 gigi seri dan 2 gigi taring kiri dan kanan. Tujuan dari upacara ini adalah untuk menghilangkan 6 sifat buruk yang biasanya dimiliki oleh manusia yaitu loba (tamak), krodha (amarah), kama (hawa nafsu), moha (bingung), mada (mabuk), dan matsarya (iri hati).

11. Upacara Kematian
Upacara kematian atau sering disebut dengan upacara ngaben adalah upacara disaat ada kerabat atau warga Bali yang beragama Hindu meninggal. Upacara ini bertujuan untuk melakukan pembakaran pada orang yang sudah meninggal. Inti dari upacara ngaben ini adalah untuk mengembalikan roh leluhur (orang yang sudah meninggal) kepada dewa yang mereka percaya yaitu Dewa Siwa. Orang hidup dipercaya memiliki Bayu, Sabda, dan Idep. Setelah seseorang meninggal ketiganya dikembalikan pada Dewa Siwa melalui upacaya ngaben ini.

12. Upacara Pernikahan Adat Bali
Sama halnya dengan upacara pernikahan yang biasanya melibatkan banyak ritual yang harus dilakukan, sama halnya dengan budaya Bali dalam acara pernikahan beberapa hal harus dilalui oleh kedua mempelai. Beberapa ritual pernikahan yang harus dilewati diantaranya seperti upacara ngekeb, mungkah lawang, madengen dengan, mewidhi widana, dan mejauman ngabe tipat bantal. Semua ritual tersebut memiliki makna yang mendalam untuk mengajarkan para calon mempelai cara menjalani rumah tangga ke depannya tentu saja disertai doa-doa pada Dewa agar calon mempelai diberkati selalu di dalam kehidupan mereka.