Budaya Di Tempat Kerja Yang Harus Di Sadari

Budaya Di Tempat Kerja Yang Harus Di Sadari

inforom-culutral.org Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Budaya Di Tempat Kerja Yang Harus Di Sadari. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Budaya Di Tempat Kerja Yang Harus Di Sadari

1. Jobdesc tumpang tindih bisa menghabiskan seluruh waktumu. Pantesan jodohmu nggak ketemu-ketemu
Jobdesc yang tumpang tindih ini lumayan menyebalkan. Kamu jadi harus mengerjakan hal-hal yang di luar kewajiban awal. Apalagi kalau dibarengi dengan manajemen waktumu yang kurang baik. Ujung-ujungnya kamu pulang malam melulu untuk lembur. Hal seremeh ini ternyata pengaruh pada kehidupan cinta bahkan misi cari jodohmu lho. Mana bisa kamu nyari gebetan kalau kamu pulang saat orang sudah terlelap? Bagaimana bisa kamu ketemu orang baru kalau weekend kamu sudah terlalu tepar dan pilih menyatukan diri dengan kasur seharian?

2. Revisi mulu sampai lupa kapan bangkit dari meja kerjamu. Rasa malas menjadi-jadi, dan coba diingat kapan terakhir kamu olahraga?
Kata “revisi” mungkin sering jadi moodbreaker sehar-hari. Revisi terus-terusan dan harus diselesaikan di hari yang sama membuat kamu sibuk di depan laptop seharian. Kopi dan cemilan berada tak jauh dari jangkauan, musik di telinga, kamu siap menaklukkan revisi demi revisi. Sering mengalami ini? Hati-hati dengan kesehatanmu, ya. Terlalu lama duduk di depan laptop, bisa mengembangkan rasa malas untuk beraktivitas fisik lainnya. Ujung-ujungnya, kamu jadi lebih nyaman dengan fisik yang minim gerak dan lupa pentingnya olahraga.

3. Bos yang anti-kritik dan nyebelin emang menyiksa. Tapi dari sana kamu jadi jago memasang poker face kan?
Punya bos yang nggak mau dengar masukan dan semena-mena memang bikin nggak betah kerja. Diikuti terus jadi tekanan batin, mau balik marah juga takut dipecat. Duh, sulit. Nah, tapi dari tipe bos seperti ini kamu bisa bejalar mengatur ekspresi wajah saat diomeli. Lama-kelamaan kamu jadi jago pasang poker face. Bos yang nyebelin akan melatihmu mengendalikan emosi, sebuah kemampuan yang penting untuk menghadapi dunia yang dipenuhi orang-orang nyinyir ini.

4. Budaya di kantormu fun dan kompetitif? Ini keuntungan besar karena bisa menempa mentalmu untuk pantang menyerah mengejar gebetan
Kamu termasuk golongan orang beruntung bila memiliki tempat kerja yang fun dan kompetitif. Lingkungan kerja yang fun akan membuat imajinasimu berkembang, dan nuansa kompetitifnya akan mendorongmu untuk terus memperbaiki diri. Hal ini ternyata juga berpengaruh banyak dalam hidupmu sehari-hari. Terbiasa ada di lingkungan yang kompetitif, akan mendorongmu jadi pejuang cinta paling tangguh. Respons anyep gebetan atau banyaknya kisah cinta yang gagal nggak akan menyurutkan perjuanganmu. Apakah kamu sudah merasakan pengaruh ini?

Kalau iya, kamu pasti bakal cocok banget bekerja di tempat yang fun, dinamis, dan memberikan ruang yang luas untuk kreativitasmu seperti di Telkom. Di sana ada kompetisi “culture hero” yang sudah diadakan untuk kali ke-4 tahun ini. Kompetisi ini bertujuan memberikan penghargaan bagi mereka yang terbaik dalam masing-masing kategori yaitu: most admire culture activation, culture heroes, cultur agent, dan culture booster. Nggak cuma itu, Telkom juga dikenal dengan The Telkom Way atau TTW-nya yang sangat berguna. Yaitu budaya kerja di kantor yang mengusung 3 poin penting, yaitu: Solid, Speed, Smart. Dengan tiga semangat ini, Telkom mengacu pada pondasi yang paling kuat yaitu “Always the best”.

Nggak heran deh kalau Telkom dikenal sebagai tempat bagi orang-orang yang kreatif dan dinamis, serta menyukai tantangan. Karena untuk menjadi yang the best, kamu harus senantiasa mengembangkan diri bukan? Nggak cuma ada banyak training yang akan kamu dapatkan, di Telkom, kamu juga bisa mendapat beasiswa untuk melanjutkan jenjang akademis, sertifikasi keahlian khusus untuk menunjang pekerjaan, hingga kesempatan untuk belajar di perusahaan asing manca negara dalam program Global Talent Program.

Dan yang paling seru, Telkom sangat mendukung budaya digital yang bertujuan memudahkan para Great People seperti kamu. Di sana, kamu bisa mengakses semua-muanya secara online. Mulai dari daftar hadir online, slip gaji online, cuti online, manual pekerjaan, hingga digital learning sampai merencanakan karir. Cocok banget lah pokoknya buat anak milenial yang inginnya serba praktis dan digital.

Nah, kabar baiknya, Telkom sedang membuka rekruitmen untuk anak muda yang bertalenta. Bila kamu merasa kamulah sosok muda, kreatif, dinamin, fun, dan suka tantangan, buruan cek info selengkapnya dan apply lowongannya di sini ya~

Baca Juga :Budaya Menikahi 2 Pacar Ala Merariq

5. Sering ikut after office party? Selamat! Kamu baru saja menambah skill bergaulmu di sini
Di kantor, di jam kerja, mungkin kamu nggak akan kehabisan bahan obrolan. Mulai dari diskusi soal project yang sedang berjalan, tektokan soal hasil meeting, sampai ngerumpi soal atasan. Tapi di luar jam kerja, obrolan bisa lebih luas. Malas juga ‘kan masih ngomongin kerjaan setelah seharian bekerja? Karena itu, sering-sering ikut after office party akan bermanfaat buatmu, meski cuma sebatas ngopi bareng di kafe sebelah kantor. Setidaknya dalam hal melatih komunikasi dan mencari topik untuk diobrolkan. Pasti ke depannya makin gampang nyari teman deh.

Nah, sudah tahu kan bahwa apa yang terjadi di kantor sedikit banyak mempengaruhi hidupmu sehari-hari? Jadi jangan disepelekan. Rumus paling gampangnya sih pakai yang bagus-bagus, buang yang jelek-jelek. Di Telkom, well balanced life sangat diperhatikan. Berbagai komunitas seni, olahraga, rohani bisa bikin kamu tambah betah. Dan untuk kamu yang mendambakan tempat kerja yang fun.

Budaya Menikahi 2 Pacar Ala Merariq

Budaya Menikahi 2 Pacar Ala Merariq

inforom-culutral.org Tidak jarang budaya Indonesia yang mencengangkan,Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Budaya Menikahi 2 Pacar Ala Merariq. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Budaya Menikahi 2 Pacar Ala Merariq

Lombok adalah salah satu daerah di Indonesia yang masih memegang adat dan tradisinya. Masyarakat Lombok didominasi oleh Suku Sasak ini masih melakukan budaya merariq. Apa itu merariq? Yaitu melarikan anak gadis (menculik) dengan maksud untuk menikahi. Menarik bukan tradisi merariq ini. Jadi kalau kamu seorang pria ingin menikahi seorang gadis, kamu harus menculiknya saat malam dan membawanya ke rumahmu. Kemudian dilakukan akad nikah di rumah si pria.

Tradisi merariq ini sudah tidak begitu populer memang di era Instagram seperti sekarang. Tapi masih ada lho yang masih melestarikan tradisi merariq alias menculik untuk dinikahi ini. Salah satunya adalah Senum (22 tahun). Pria asal Praya, Lombok Tengah ini melakukan merariq dengan menculik 2 gadis sekaligus! Ya, dia menikahi 2 gadis yang semuanya adalah pacarnya. Oalah, playboy ternyata. Hehehe.

Senum adalah pemuda asal Lombok Tengah yang baru saja menikah di hari Lebaran lalu. Ia melakukan tradisi merariq khas Suku Sasak kepada 2 gadis sekaligus! Jomblo-jomblo mana suaranya…
Drama cinta segitiga antara Senum, Liana Suriani dan Jannatul Fatmi berakhir bahagia. Warga Kecamatan Praya Timur ini akhirnya menikah. Bukan antara 1 pria dan 1 wanita, melainkan 1 pria dengan 2 wanita sekaligus. Kedua wanita ini ternyata adalah pacar Senum. Ya, Senum adalah playboy dengan 2 pacar. Kabar baiknya, kedua pacarnya sama-sama tahu dan saling menjalin komunikasi. Liana sudah dipacari selama 4 tahun sementara Jannatul Fatmi dipacari selama 2 tahun.

Baca Juga :Budaya Membayar Mahar Ala Orang Batak

Pada tanggal 26 dan 27 Juni lalu, di hari lebaran, Senum menculik Liana dan Fatmi dan kemudian menikahi mereka berdua. Berkah lebaran, cinta segitiga berakhir bahagia di ranjang. Eh ~

“Saya tidak sampai hati melihat ada yang terluka. Makanya saya putuskan untuk menikah sekaligus dengan Liana Suriani dan Jannatul Fatmi,” ujar Senum kepada Radar Lombok.Sebuah ungkapan yang terlihat sangat so sweet dan baik sekali, sehingga kedua gadis itu bersedia dinikahi Senum secara bersamaan. Keduanya mengaku sangat mencintai Senum dan tak mau kehilangan pria ini. Entah jurus rayuan apa yang dimiliki Senum sehingga kedua gadis ini rela dimadu.

Saat merariq, Senum mengambil pacar pertamanya Liana Suriani terlebih dulu. Selang sepuluh menit kemudian, ia pergi mengambil Jannatul Fatmi ke rumahnya. Senun dan kedua gadisnya itu sudah menyepakati akan pernikahan itu sebelumnya. Keesokan malamnya setelah merariq juga berjalan mulus. Senin malam (26/6) Senum melangsungkan akad nikah dengan Liana Suriani. Dan, Selasa malam (27/6) ia melangsungkan akad nikah dengan Jannatul Fatmi.

Kini kedua gadis itu sudah menjadi istri Senum setelah mereka ‘dilarikan’ dalam proses tradisi merariq. Tinggal bagaimana Senum bisa membagi cintanya secara adil kepada kedua istrinya tersebut…Kejadian yang cukup langka ini sangat menarik untuk disimak. Ketika di tempat lain, wanita tidak suka dimadu, eh Liani dan Jannatul Fatmi justru ikhlas dinikahi sekaligus oleh Senum. Padahal ketika pacaran mereka diduakan, ketika menikah pun juga diduakan. Kita sih cuma bisa berharap semoga Senum bisa setia kepada mereka berdua ya. Nggak playboy lagi. Karena kekhawatiran mereka nggak langgeng pasti ada, mengingat Lombok atau Nusa Tenggara Barat adalah salah satu provinsi dengan angka perceraian paling tinggi. Ya semoga tidak terjadi ya dengan mereka.

Meskipun sudah memasuki era modern, ternyata tradisi merariq masih lestari. Hal ini tentu jadi suatu kearifan lokal di Lombok yang unik dan menarik. Semoga kamu yang jomblo nggak baper ya lihat Senum dengan kedua istrinya. Masa satu aja nggak dapat dapat. Hehehe.

Budaya Membayar Mahar Ala Orang Batak

Budaya Membayar Mahar Ala Orang Batak

inforom-culutral.org Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Budaya Membayar Mahar Ala Orang Batak. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Budaya Membayar Mahar Ala Orang Batak

Dalam tradisi pernikahan di Indonesia, tidak akan pernah terlepas dari yang namanya mahar atau seserahan. Bukan hanya sebagai syarat sah dalam prosesi menikah, mahar juga dapat diartikan sebagai perlambangan kesungguhan si cowok dalam menikahi pasangannya. Nggak tahu kenapa mahar bisa dinilai sebegitu penting, mungkin karena sudah menjadi anjuran agama, adat, budaya serta tradisi di setiap daerah bahwa mahar itu sesuatu yang wajib untuk dilaksanakan.

Biasanya mahar juga menjadi pertanda status sosial kedua mempelai, semakin besar mahar yang diberikan, semakin besar apresiasi yang diterima.

Tidak jauh berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia, mahar juga diterapkan di daerah batak Sumatera Utara yang dikenal dengan sinamot namanya. Hampir sama dengan uang panai dari adat Sulawesi, Sinamot menjadi tradisi pernikahan dari adat Batak yang terkenal sangat mahal harganya. Bagi yang belum tahu tentang tradisi Sinamot, ini sedikit informasinya.

Sinamot sering seringkali diartikan sebagai tradisi ‘membeli’ si cewek dari keluarganya. Tapi ‘membeli’ disini sama sekali gak ada transaksi manusianya, lho!
Anak muda Batak banyak yang merasa was-was bahkan cemas jika ingin menikah. Bukan cemas karena persiapan menikah yang sangat banyak, melainkan harus memikirkan biaya Tuhor Ni Boru alias biaya untuk “membeli pasangan” oleh pihak cowok kepada pihak cewek yang akan menikah. Sebenarnya dalam pernikahan ini tidak ada transaksi jual beli manusia, tidak ada sama sekali. Kata-kata membeli pasangan itu cuma anggapan orang-orang yang tidak paham makna dari Sinamot sendiri.

Dalam menikah tidak ada yang namanya dibeli dan dalam menikah tidak ada yang namanya dijual.

Catatan penulis: Kalau mendegar kata-kata pasangan ‘dibeli’ itu pasti orang beranggapan ada transaksi antara kedua belah pihak. Memang bagi mereka yang tidak tahu, Sinamot sering diartikan seperti itu. Tapi, alangkah bijaknya kalau kita tidak mengartikan bahwa Sinamot sebatas membeli pasangan. Bukankah tujuan ini ada bukan semata-mata ingin membeli, sebenarnya ini cuma masalah kita mengartikan Sinamot saja. Takutnya orang berfikir Sinamot itu membeli pasangan ke arah yang negatif dan bisa melakukan semena-mena kepada istri. Jangan sampai itu terjadi ya.

Banyak orang beranggapan bahwa Sinamot itu sangat mahal, bahkan kerap membuat banyak orang gagal menikah. Hal ini sebetulnya nggak bakal terjadi, jika kamu bisa mengutamakan esensi dan negosiasi tentang besaran Sinamot sendiri
Salah satu hal yang sering diperbincangkan orang tentang Sinamot adalah gagal nikah. Impian sepasang manusia untuk mengarungi biduk rumah tangga harus kandas di hantam badai Sinamot yang sangat besar. Sehingga bisa dibilang ini jadi momok yang cukup menakutkan bagi pasangan anak muda Batak di zaman sekarang. Banyak keluhan-keluhan terkait harga Sinamot yang begitu tinggi, sampai-sampai banyak “meme” di media sosial yang meminta harga Sinamot diturunkan.

Padahal esensi Sinamot itu sendiri adalah wujud “penghormatan” orangtua dan (calon) pengantin pria kepada pihak orangtua perempuan karena putri mereka akan dijadikan istri, menantu, dan ibu bagi keluarga batih serta marga.

Kalau kita cermati lagi, gagalnya menikah bukan karena Sinamot yang mahal penyebabnya. Hal ini bisa terjadi karena gengsi yang tinggi antara kedua pihak yang terhadap materi yang akan dikeluarkan. Kegagalan pernikahan ini bisa dihindari dengan saling mengerti makna pernikahan itu sendiri. Sinamot bagi kalangan di luar marga Batak sana memang terkenal dengan mahar yang mahal. Memang sih, bagi kita yang orang awam yang ngak tahu tata cara Sinamot itu akan geleng-geleng kepala. Tapi, Semua itu bisa dirundingkan alias nego. Dari yang harganya bikin geleng kepala, bisa dinego menjadi harga yang bikin angguk-angguk kepala.

Tidak hanya diputuskan oleh pihak cewek saja, harga Sinamot juga dimusyawarahkan dengan pihak cowok juga
Harga Sinamot tidak hanya ditentukan oleh pihak cewek saja, lho. Dalam menentukan harga Sinamot terdapat perundingan antara pihak cewek dan cowok juga. Termasuk adanya musyawarah yang sebelum pernikahan dilangsungkan. Jadi penentuan harga tidak hanya menjadi hak keluarga cewek saja, tapi pihak cowok juga kok.

Kedua pihak akan bertemu dan berdiskusi terlebih dahulu tentang besaran Sinamot yang diberikan, di sinilah terjadi semacam tawar-menawar harga Sinamot yang akan dibayarkan.

Entah bagaimana mekanisme tawar menawar Sinamot ini. Yang jelas pasti ada tarik ulur harga di situ. Pihak si wanita menawarkan harga, kemudian akan ditawar oleh pihak pria. Begitu terus sampai terjadi kesepakatan di antara keduanya setelah mempertimbangkan banyak hal. Dalam diskusi Sinamot ini juga bisa terlihat bagaimana besarnya perjuangan si pria. Yang jelas di sini terjadi perundingan yang terkadang harus mempertaruhkan pernikahan.

Makin tinggi status pendidikan dan pekerjaan semakin besar Sinamot yang harus dibayarkan. Tidak hanya itu, jarak antara rumah cewek dan cowok juga jadi pertimbangan, lho!
Meskipun ada tawar menawar sebelum Sinamot diberikan, tapi sebenarnya mahar ini punya patokan alias standar harga sendiri. Salah satu hal yang paling dipertimbangkan adalah status pendidikan, pekerjaan, serta jarak rumah. Kalau untuk hitungan harga sendiri, parameter harganya pun beragam dan itu selalu berkaca kepada si ceweknya. Makin tinggi parameternya, Sinamot bisa harus dibayarkan bahkan sampai puluhan juta.

Tidak hanya status pendidikan dan pekerjaan, jarak juga jadi pertimbangan. Karena Sinamot biasanya merupakan biaya yang akan digunakan untuk biaya transportasi oleh pihak cewek. Jadi jarak antara rumah juga masuk hitungan.

Tak hanya cukup di situ saja, asal-usul dari status dari si cewek juga gak boleh dikesampingkan. Harga Sinamot juga bisa dipengaruhi oleh status keluarganya. Makin terpandang keluarga cewek berasal, maka besar lagi harga Sinamot yang harus dibayarkan. Ada lagi nih, Sinamot juga masih bisa dipengaruhi harganya dari kesan masyarakat kepada si wanita. Makin baik dikenalnya, biasanya makin mahal maharnya.

Baca Juga :Pernikahan Ala Budaya Barat Yang Mau Dicoba

Bagi tradisi Batak, Sinamot memang sebuah kewajiban. Namun, ini sebenarnya bukti kesungguhan dalam perjuangan cowok mencari istri!
Keberadaan Sinamot hukumnya adalah wajib. Tak hanya sebagai syarat sah nikah, tapi juga perlambangan cinta dan perjuangan. Bagi orang-orang Batak, cewek merupakan makhluk yang sangat dimuliakan dan harus terus dipertahankan. Makanya, mereka tak hanya dihormati dan disayangi, tapi cewek juga harus diperjuangkan. Apalagi bagi yang ingin menikahinya.

Sangat wajarlah kalau cowok Batak terkenal dengan pekerja keras untuk mengumpulkan dan membayar Sinamot jika menikah nanti.

Butuh lebih dari usaha untuk bisa menjadikan seorang wanita Batak sebagai istri. Salah satunya ya lewat Sinamot ini. Di Batak tak akan ada seorang bapak pun yang rela anaknya diboyong tanpa realisasi berupa Sinamot oleh seorang pria. Sinamot jadi bukti nyata yang paling kelihatan, terutama kepada keluarga besar, tentang kesungguhan pria. Makanya, begitu Sinamot rampung diberikan, keluarga pun akan merasa lega dan puas. Ini jadi indikasi jika si wanita mendapatkan pria yang baik dan mau berjuang untuknya.

Pernikahan Ala Budaya Barat Yang Mau Dicoba

Pernikahan Ala Budaya Barat Yang Mau Dicoba

inforom-culutral.org Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Pernikahan Ala Budaya Barat Yang Mau Dicoba. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Pernikahan Ala Budaya Barat Yang Mau Dicoba

Melamar si pacar dengan berlutut satu kaki, duh romantis. Kalau kita mah langsung ngelamar dia lewat orangtuanya
Siapa sih yang nggak tahu tentang proses melamar kekasih dengan si pria berlutut satu kaki dan menyodorkan cincin pernikahan kepada si wanita? Kesannya romantis dan intim banget, karena momen itu cuma diperuntukkan untuk kalian berdua saja. Mungkin sudah budaya mereka juga, tapi melamar kekasih tanpa minta ijin ke orangtua bagi mereka itu sangat umum. Karena memang prinsipnya, hubungan kalian adalah perihal kalian berdua saja. Di Indonesia hal yang begitu pasti dirasa masih kurang. Proses lamaran biasanya dilakukan oleh si lelaki kepada orangtuanya karena memang meminta restu ortu itu wajib.

Walking in the aisle alias berjalan menuju pelaminan bersama ayah, sekarang udah sering di Indonesia sih, tapi belum sedetil yang versi barat
Di Indonesia kita juga ada prosesi berjalan menuju pelaminan sih. Tapi, prosesi pernikahan a la barat biasanya dimulai dengan gadis pembawa bunga, bridesmaid dan groomsmen. Si pengantin pria yang berjalan dengan ayahnya, baru kemudian si pengantin wanita yang mendapat sorotannya sendiri. Ngaku deh, pasti sebagai wanita kamu pengen kan memiliki sorotan sendiri di pernikahanmu?

Bachelor/Bachelorette Party, pesta bersama pagar ayu/bagusmu sebelum hari pernikahan
Bachelor atau bachelorette party alias pesta lajang adalah budaya barat dimana si calon pengantin berpesta bersama teman-teman terdekatnya beberapa hari sebelum hari pernikahan. Sejarahnya, pesta lajang hanyalah sebuah pesta makan malam antara si calon pengantin dengan teman-temannya, tapi jaman sekarang pesta lajang biasanya identik dengan pesta dan kehidupan malam. Seakan-akan merupakan perpisahan si calon pengantin dengan masa lajangnya, pesta lajang ini biasanya dilakukan di malam hari dan di tempat-tempat hits seperti kafe atau bar.

Pengantin kita biasanya dibikin bosan karena berdiri di pelaminan sepanjang acara, pernikahan a la barat bisa mingling alias jalan-jalan dan berbaur dengan tamu-tamu
Berbeda dengan pengantin Indonesia yang dari awal sampai akhir acara berdiri di pelaminan saja, pengantin barat memiliki kebebasan untuk berbaur dengan tamu-tamu lainnya. Jadi, nggak cuma salam-salaman sama tamu aja, tapi kamu juga bisa memastikan bahwa mereka bersenang-senang di pesta pernikahanmu. Lebih asik nggak sih?

Pembacaan janji nikah alias wedding vow yang kesannya romantis, kalau kita mah baca ijab kabul aja udah beres
Ijab kabul adalah cara orang Indonesia untuk mengungkapan kesediaan mereka hidup bersama. Sedangkan di barat, hal terseut sering dilakukan dengan pembacaan janji nikah sebelum cincin disematkan. Kadang, para calon pengantin juga bisa menulis janji pernikahan mereka sendiri agar lebih mengena dan romantis.

Di pernikahan tradisi Barat, ada pidato dari temanmu kemudian diikuti dengan tradisi bersulang dengan minuman seperti Champagne!
Biasanya teman baikmu yang kamu tunjuk sebagai Best Man atau Maid of Honor akan mengucapkan sepatah dua patah kata tentang kamu dan calonmu. Di situ, mereka bisa membuat tamu tertawa, menangis, dan bahkan kesal. Apa pun jenis pidatonya, momen yang satu ini kadang disayangkan karena tidak hadir di tradisi pernikahan kita. Terlebih lagi, ada tradisi bersulang demi kesehatan dan masa depan si pengantin. Ya, kalau kamu mau meniru tradisi yang satu ini, kamu nggak perlu bersulang memakai alkohol kok. Es teh aja juga cukup, yang penting doanya.

Baca Juga :Budaya Positif Negeri Sakura Yang Harus Di Tiru

Dansa pertama sebagai suami dan istri, cara unik untuk menyoroti mereka pasangan baru
Setelah acara utama berlangsung, biasanya akan ada yang namanya first dance atau dansa pertama sebagai sepasang suami-istri. Si suami-istri baru pun merasa spesial karena pada saat itu lah mereka menyadari bahwa mereka adalah suami-istri. Uhh, lucuk!

Dansa pengantin wanita bersama si ayah, tradisi yang sering bikin nangis, sama kayak tradisi sungkem kita
Selain dansa dengan pasangan baru, ada juga dansa antara pengantin wanita dan ayahnya. Momen ini memiliki kesan yang sama persis dengan prosesi sungkeman di pernkahan adat jawa. Nggak jarang si pengantin cewek dibikin menangis dengan prosesi yang satu ini karena dia sadar bahwa dia akan segera “diambil” dari ayahnya ke pangkuan suami. Uh, bittersweet moment!

Nggak tahu tradisi ini lebih oke atau nggak dari tradisi prasmanan kita, tapi tradisi resepsi dengan menu layaknya di Restoran juga patut dicoba deh
Cara orang barat menjamu tamunya di pernikahannya itu cukup berbeda, lho! Ketika kita lebih sering menggunakan teknik prasmanan, mereka biasanya menggunakan sistem menu order seperti di Restoran. Biasanya tamu bisa memilih dua macam menu di masing-masing fase makan. Contohnya, di appetizer kamu mungkin bisa memilih sup asparagus atau sup jagung. Di main course mungkin pilihannya adalah daging ayam atau daging sapi. Begitu selanjutnya. Asik ya? Hemat biaya juga, karena jumlah makanan bisa langsung disesuaikan dengan tamu yang kamu undang.

Wah, menarik juga ya tradisi pernikahan a la barat. Sebenarnya beberapa dari mereka patut untuk dicoba lho. Ada beberapa yang justru akan membuat pernikahan kita lebih efisien seperti tradisi makanan dengan menu. Kamu berani coba?

Budaya Positif Negeri Sakura Yang Harus Di Tiru

Budaya Positif Negeri Sakura Yang Harus Di Tiru

inforom-culutral.org Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Budaya Positif Negeri Sakura Yang Harus Di Tiru. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Budaya Positif Negeri Sakura Yang Harus Di Tiru

1. Meski mereka banyak menciptakan inovasi di bidang teknologi, tapi mereka tidak mengandalkan gadget di segala situasi
Jepang memang terkenal dengan berbagai teknologi canggihnya, termasuk gadget. Namun, siswa-siswa di Jepang dilarang membawa gadget ke sekolah. Selain supaya mereka lebih fokus dalam belajar, peraturan ini menghapuskan perbedaan antar siswa. Jadi nggak ada diskriminasi antara ‘si kaya’ dan ‘si miskin’ di sekolah.

Kalau kamu masih ke mana-mana bawa gadget, bahkan ke WC saja smartphone-mu nggak boleh ketinggalan, coba direnungkan lagi. Jangan sampai keinginanmu untuk terus update justru membuatmu jadi egois dan nggak tanggap kehidupan nyata.

2. Bagi orang Jepang, waktu adalah uang. Mereka nggak akan keberatan untuk kerja lembur tanpa libur
Jepang memang terkenal dengan budaya gila kerja nya. Bagi mereka, untuk meraih sebuah kesuksesan adalah dengan bekerja keras. Soal waktu, mereka nggak pernah ngaret. Mereka selalu datang ke tempat kerja lebih awal dengan alasan agar tidak terlambat. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan agak memalukan di Jepang, karena seakan-akan pegawai tersebut tidak terlalu dibutuhkan oleh perusahaan. Para pekerja di Jepang dengan sukarela memberikan performa terbaiknya, sampai lembur pun mereka lakukan dengan senang hati.

3. Saking mandirinya, orang Jepang ogah ditraktir atau menraktir. Hidup lebih praktis kalo bayar masing-masing!
Jangan heran kalau orang Jepang anti sama yang namanya ngutang. Sejak kecil, mereka sudah diajarkan untuk mandiri. Saat di bangku sekolah misalnya, mereka dibiasakan untuk membawa peralatan mereka sendiri. Mereka juga diharapkan bertanggung jawab akan barang yang menjadi kepemilikan mereka sendiri. Ini juga yang jadi alasan kenapa mereka nggak mau ditraktir atau menraktir, karena mereka terbiasa melakukan apapun sendiri.

4. Karena pengetahuan dan wawasan dianggap nomor satu, membaca buku jadi semacam candu
Sebagian besar masyarakat Jepang selalu menghabiskan waktu untuk membaca buku atau apa saja yang mengasah otak mereka. Kebiasaan ini bisa dilihat saat mereka berada di dalam kendaraan umum seperti di kereta. Orang-orang Jepang biasanya membaca buku pelajaran, komik, majalah, koran dalam bentuk cetak maupun secara elektronik melalui gadget-nya. Budaya ini sudah sangat kental dengan masyarakatnya.

Jadi, kamu yang selama ini menghabiskan waktu perjalannya dengan mengobrol hal yang nggak penting, bengong atau memainkan gadget, coba deh belajar dari kebiasaan orang Jepang. 🙂

5. Nggak fasih Bahasa Inggris bukan jadi masalah, yang penting selalu bersikap santun dan ramah
Orang Jepang sangat ramah dan bersahabat. Mereka cenderung untuk selalu menyapa dan mengucapkan salam kepada orang yang ditemuinya, sekalipun itu orang asing yang belum mereka kenal. Kebanyakan mereka nggak lancar berbahasa Inggris karena sangat menjunjung tinggi bahasa lokalnya. Mereka sangat hati-hati dalam berbicara, karena mereka menjaga perasaan orang yang diajak bicara. Dalam hal ini, “baper”nya orang Jepang ada manfaatnya.

6. Mereka adalah orang-orang yang menghargai proses. Dalam hidup ini, segala hal harus berubah jadi lebih baik
Ini adalah salah satu karakter positif yang dimiliki oleh orang Jepang. Mereka nggak hanya berorientasi pada hasil, tetapi lebih pada proses. Mereka nggak cepat puas dengan hasil yang diperoleh. Seiring dengan berjalannya waktu, mereka selalu selangkah lebih maju. Hal ini tampak dari ekspresi mereka yang selalu bersemangat menyongsong setiap pekerjaan dan tantangan, karena mereka yakin dengan semangat dan kerja keras akan memberikan hasil yang baik.

7. Kesehatan adalah yang utama. Itulah mengapa orang Jepang hobi makan sayur dan ikan
Banyak menu makanan khas Jepang yang disajikan dalam bentuk yang masih mentah. Itu semua karena orang Jepang menganggap makanan yang terlalu lama diolah akan mengurangi kadar zat gizi yang terkandung dari makanan tersebut.

Baca Juga :Berkembangnya Budaya Menggunakan Sarung Di Indonesia

Orang Jepang sangat menyukai yogurt, acar, dan tofu. Karena di dalam makanan tersebut terkandung isoflavon yang tinggi yang bisa membantu daya tahan tubuh. Orang Jepang juga sangat suka dengan makanan-makanan yang berasal dari laut. Karena di dalam makanan dari laut ini mengandung zat antioksidan dan kandungan asam lemak omega 3, yang sangat baik untuk kesehatan tubuh dan kecerdasan otak.

8. Disiplinnya orang Jepang patut diacungi jempol. Karena patuh peraturan, mereka pantang nyerobot antrean
Orang Jepang lebih senang memilih memakai jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan raya. Orang Jepang sangat loyal terhadap peraturan, termasuk untuk urusan mengantre. Antre sudah menjadi budaya disiplinnya orang-orang Jepang. Mereka nggak akan menerobos antrian apapun yang terjadi. Kalau kalian coba bertanya kepada mereka kenapa mereka selalu taat kepada setiap aturan, maka jawabannya akan sederhana, karena itu adalah aturan, titik.

9. Tradisi adalah sesuatu yang sangat dihormati, tidak akan hilang walau sudah berdampingan dengan modernisasi
Menjadi negara maju nggak menjadikan Jepang meninggalkan tradisi dan memegang teguh kebudayaan yang diwariskan nenek moyangnya. Ini adalah alasan kenapa orang Jepang nggak fasih berbahasa Inggris, meski mereka mempelajari. Mereka sangat menghormati budaya lokal dan mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Berkembangnya Budaya Menggunakan Sarung Di Indonesia

Berkembangnya Budaya Menggunakan Sarung Di Indonesia

inforom-culutral.org Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Berkembangnya Budaya Menggunakan Sarung Di Indonesia. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Berkembangnya Budaya Menggunakan Sarung Di Indonesia

Orang Indonesia, pasti sudah familiar dengan yang namanya sarung. Iya, sarung adalah kain yang biasa dipakai, oleh para cowok terutama, untuk beribadah. Namun, sebenarnya, seperti apa sih sarung di mata budaya lain dan darimana sih asal budaya pakai sarung ini.Berdasarkan sejarahnya sarung nggak hanya dipakai orang Indonesia dan nggak hanya untuk beribadah, lho. Bahkan sarung ini umumnya dipakai oleh cowok. Tapi berbeda dari rok, sarung lebih condong pada kain lebar yang dililitkan. Nah biar kamu paham benar tentang sarung,  pengetahuan A-Z tentang sarung. Disimak dong!

Di negara timur tengah seperti Arab dan Yaman, sarung tidak identik untuk beribadah seperti di Indonesia
Berbeda dengan di Indonesia dimana sarung digunakan untuk beribadah bagi kaum muslim, di negara-negara timur tengah seperti Arab sarung lebih sering digunakaan untuk kegiatan sehari-hari dan di dalam rumah. Ketika beribadah, orang timur tengah mengenakan gamis. Orang Arab biasa menyebut sarung dengan nama izaar. Sebagian orang Arab bahkan mengidentikkan izaar sebagai pakaian yang digunakan ketika akan tidur atau akan melakukan hubungan dengan istrinya. Bahkan dalam sebuah kajian kitab mengenai hubungan suami istri setelah menikah yaitu fatkhul izaar yang dalam bahasa Indonesia berarti membuka sarung. Sedangkan sarung masuk Indonesia dibawa oleh para pedagang Gujarat yang juga menyebarkan agama Islam. Sehingga sarung jadi identik dengan budaya keislaman.

Sarung pernah jadi simbol perjuangan anti budaya barat ketika masa penjajahan
Di zaman penjajahan, sarung digunakan sebagai simbol anti budaya barat yang dibawa oleh penjajah. Pada saat itu, kaum santri adalah yang paling konsisten mengenakan sarung. Salah satu tokoh penting Nahdatul Ulama yaitu KH. Abdul Wahab Hasbullah yang juga salah satu pejuang perang melawan penjajah juga sangat konsisten menggunakan sarung bahkan ketika menghadiri acara formal kepresidenan.

Saat ini sarung jadi simbol kesopanan di Indonesia dan digunakan kaum muslim untuk beribadah
Di Indonesia sarung termasuk pakaian yang menunjukkan kesopanan dan penghormatan yang tinggi. Tidak heran ini menjadi sebuah pakaian untuk beribadah. Berbeda dengan negara Mesir yang justru menganggap sarung tidak sopan dikenakan di acara formal karena biasanya dikenakan di rumah ketika akan tidur. Hal ini berkaitan dengan faktor sejarah, dimana sarung pernah menjadi simbol perjuangan dan kebanggaan dalam menunjukkan sikap anti barat dan penjajah.

Baca Juga :Budaya Pernikahan Di China

Nggak cuma sekedar motif asal-asalan, kotak-kotak di sarung ternyata punya filosofi, lho…
Seringkali kita menemukan sarung dengan motif kotak-kotak. Meskipun banyak juga sarung khas daerah yang menggunakan motif batik atau pun songket, namun motif kotak-kotak adalah motif yang paling banyak ditemui di Indonesia. Ternyata ada filosofi tersendiri dari motif ini, yaitu ketika berada di sebuah titik berwarna putih maka akan melangkah ke manapun baik itu ke kanan, kiri, atas maupun bawah maka akan tetap menemui warna yang berbeda-beda. Hal ini menggambarkan bahwa manusia yang hendak mengambil langkah ke manapun maka akan tetap menemukan perbedaan dan harus mengambil konsekuensi dari setiap langkah yang ditempuh.

Bahkan Presiden Jokowi mengenakan sarung dan jas ketika turun dari pesawat
Ada yang unik dari presiden kita. Beberapa waktu yang lalu (8/1/2017) Presiden Jokowi sempat menghebohkan media dengan penampilannya yang mengenakan sarung lengkap dengan peci dan bersetelan jas ketika turun dari pesawat dan hendak menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk kemudian menghadiri peringatan Maulid Nabi di Pekalongan. Dengan mengenakan sarung dan peci secara tidak langsung Presiden Jokowi menunjukkan bahwa sarung dan peci tetap menjadi pakaian kehormatan bagi masyarakat Indonesia.

Budaya Pernikahan Di China

Budaya Pernikahan Di China

inforom-culutral.org Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Budaya Pernikahan Di China. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Budaya Pernikahan Di China

Tradisi pernikahan hantu sudah ada sejak 3000 tahun silam. Ya, merupakan tradisi kuno yang masih teguh dilangsungkan
Belum lama ini, dilansir dari news.com.au, sesosok jasad perempuan dari sebuah kuburan di China dicuri untuk dinikahkan dengan seorang pria lajang yang sudah meninggal. Tentu saja anaknya begitu heboh mencari jasad ibunya dan terus-terusan mengutuk si pelaku. Keyakinan ini memang benar-benar ada di China dan telah dimulai pada 3000 tahun lalu. Biasanya sering ditemui di daerah pedesaan negeri tirai bambu ini. Mereke percaya, bahwa jika seseorang meninggal dalam keadaan lajang, maka selamanya akan menghantui keluarganya yang masih hidup untuk meminta pasangan di alam baka. Makanya, sebelum nikah kamu jangan mati dulu.. Hahahaa

Nah, dengan tujuan membebaskan si arwah dari rasa penasaran, keluarganya harus mencarikan jasad lawan jenis untuk dinikahkan. Kalau enggak, katanya sih bakal terus gentayangan. Kan kasihan~
Awalnya, pernikahan semacam ini hanya diperuntukkan untuk orang-orang yang sudah meninggal. Orang yang masih hidup akan menikahkan dua lajang yang sudah meninggal. Namun belakangan ini, ritual pernikahan hantu di China justru melibatkan orang yang masih hidup. Ada gitu nikah sama orang yang sudah mati?

Dalam pernikahan hantu di antara dua orang yang sudah meninggal, keluarga `pengantin` akan meminta mahar seperti perhiasan, pelayan, dan sebuah rumah mewah, tapi semuanya dalam bentuk kertas. Hihii nggak usah kaget. Faktor-faktor seperti usia dan latar belakang keluarga sama pentingnya dengan pernikahan-pernikahan tradisional biasa.

Dalam upacara pernikahan ini ada nisan kedua mempelai dan sebuah perjamuan. Iya, mereka pesta. Selama ribuan tahun, ritual ini perlahan juga mengalami perubahan
Bagian yang paling penting dari pernikahan hantu ini ialah penggalian tulang-tulang mempelai perempuan dan menempatkannya di dalam kubur sang mempelai pria. Romantis sih, tapi miris gitu. Oiya, perubahan paling kentara atau paling signifikan yaitu menikahkan mayat dengan mereka, para manusia yang masih hidup dalam suatu ritual rahasia. Pergeseran yang paling mengenaskan dan mengkhawatirkan adalah adanya laporan-laporan perampokan makam dan bahkan kasus pembunuhan.

Pembunuhan di China begitu berhubungan dengan adanya ritual ini. Ya, di negara yang dikenal sebagai Ibu Kota Keramik Dunia ini sedang berlangsung bisnis haram penjualan mayat, untuk dinikahkan
Dulu bisnis ini sempat dilarang di bawah pemerintahan komunisme, tapi entah gimana ceritanya, sekarang kembali berkembang. Dilansir dari telegraph.co.uk, baru-baru ini sebuah keluarga kaya raya di China menyanggupi membayar mayat perempuan sebesar Rp 200 juta untuk dijadikan `pengantin.

Sejak 2013, di kawasan Dongbao utara, Provinsi Shanxi, China misalnya, tercatat ada 15 mayat yang hilang. Pada tahun 2015, ada 14 mayat perempuan yang dicuri di satu desa di Provinsi Shanxi juga. Dilansir dari BBC, Kepala departemen sastra China di Shanghai University, Huang Jingchun menyatakan, harga mayat atau tulang belulang wanita muda makin meningkat tajam.

“Pada saat saya melakukan penelitian antara tahun 2008 dan 2009, harga jasad atau tulang belulang berkisar 30 ribu sampai 50 ribu yuan (sekitar Rp 60 juta hingga Rp 100 juta). Kini telah melambung sampai 100 ribu yuan (sekitar Rp 200 juta),” terang Jingchun, dilansir dari BBC.

Bukannya nggak ada ketegasan dari pemerintah, sudah ada hukum untuk melarang tindakan ilegal itu. Tapi para perampok masih saja berkeliaran menggali kuburan, duh seenaknya~
Tahun lalu, seorang pria ditangkap di Liangcheng, Mongolia. Kepada polisi,dia mengatakan telah membunuh perempuan dan kemudian menjual mayatnya kepada keluarga yang mencari pasangan pengantin hantu. Penasaran kenapa hal setega ini bisa terjadi?

Baca Juga :Desa Pewaris Budaya Indonesia

Jadi gini, di beberapa kabupaten di China, seperi Shaanxi misalnya, tempat terjadinya kasus pembunuhan terbaru. Banyak sekali pria muda lajang yang bekerja di pertambangan batubara, dan memiliki angka kematian tinggi. Kemudian, Pernikahan Hantu dipilih sebagai bentuk `kompensasi` emosional bagi keluarga yang ditinggalkan. Mencarikan mempelai perempuan yang sudah meninggal adalah sesuatu yang bisa mereka lakukan untuk anak laki-laki mereka yang mati muda saat mencari nafkah.

Nggak hanya di Provinsi Shaanxi, ritual ini juga ditemukan di Provinsi Henan. Bahkan seorang ahli feng shui di Hong Kong menegaskan, tradisi kuno ini masih hidup di kalangan masyarakat China di Asia Tenggaraa
Hal serupa juga terjadi di Taiwan. Jika seorang perempuan lajang meninggal, keluarganya akan menaruh bungkusan atau paket berwarna merah yang berisi uang tunai, uang kertas, seikat rambut, dan kuku, di tempat terbuka. Lalu mereka menunggu sampai ada pria yang mengambil bungkusan tersebut. Nah, pria pertama yang mengambilnya, berarti terpilih sebagai pengantin pria dan jika menolak untuk menikah dengan jenazah, maka dia diyakini akan dirundung nasib sial.

Ritual pernikahan di Taiwan ini memang mirip dengan yang di China, tetapi nggak dibarengi dengan ritual menggali tulang belulang. Pengantin pria yang masih hidup juga diperbolehkan untuk menikahi perempuan biasa yang masih hidup di kemudian hari. Tapi, istri yang dinikahinya pertama sebagai mayat harus tetap diperlakukan sebagai istri utama. Nah yang ini maksudnya gimana? Hahaha.

Dilema sih emang. Berkaitan erat dengan tradisi dan warisan budaya. Menyikapi perampokan makam dan pencurian mayat pun bukan perkara sederhana. Masih mau ke China? Kalau ya, mungkin kamu bisa masukkan upacara ini sebagai salah satu destinasi untuk memperkaya diri. Nikah aja sekarang, mumpung belum ketemu ajal.

Desa Pewaris Budaya Indonesia

Desa Pewaris Budaya Indonesia

inforom-culutral.org Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Desa Pewaris Budaya Indonesia.Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Desa Pewaris Budaya Indonesia

Kekayaan dan keanekaragaman budaya di Indonesia memang nggak bisa disangsikan lagi. Begitu banyak keunikan dan keindahan yang bisa kita nikmati dari negeri ini. Menjaga keaslian identitas bangsa dengan melestarikan kebudayaan peninggalan leluhur adalah salah satu cara terbaik yang dilakukan pemerintah dan masyarakat Indonesia.

Seberapa canggihnya gadget-mu, kamu nggak akan bisa menggunakannya di desa ini. Masyarakat Baduy melarang kamera masuk ke desa mereka.
Terletak di ujung barat Pulau Jawa, tepatnya di Provinsi Banten, terdapat sebuah desa dengan kearifan lokal yang masih sangat kental. Nggak sedikit orang yang mengunjungi desa ini, entah sekadar liburan atau mengumpulkan data mengenai kebudayaan masyarakat Baduy untuk skripsinya.

Di sini kamu bisa mengenal kebudayaan masyarakat Baduy dengan lekat. Mereka begitu ramah dengan para pengunjung. Kamu boleh menginap dan bersosialisasi dengan warga sekitar dengan leluasa, kecuali satu hal. Nggak boleh ada gejet masuk di desa Baduy Dalam ini! Haha. Bisa nggak kamu hidup tanpa gejet? :p

Inilah desa adat suku Loli dari Sumba Barat yang tertata rapi. Kalau ke sini, jangan lupa untuk beli kain khas mereka, ya!
Desa ini merupakan tempat tinggal suku Loli, Sumba Barat. Pedesaan yang dikelilingi perbukitan ini terletak nggak jauh dari Waikabubak. Di desa inilah masyarakat Sumba menyimpan dan melestarikan budaya leluhur mereka. Di tengah perumahan ini terdapat sebuah kuburan megalitik atau makam dari batu yang disebut Waruga, dan digadang-gadang sebagai simbol kosmologi lokal suku Loli.

Terlepas dari sejarahnya, di sini kamu bisa menyaksikan masyarakat suku Loli bertenun dan beraktivitas. Oh, iya, kain khas Sumba Barat dan Timur berbeda corak loh. Nggak ada salahnya kamu membelinya dari masyarakat setempat.

Bukan hanya pemandangan indah yang menghiasi Desa Trunyan ini. Mampirlah ke desa ini untuk melihat keistimewaannya!
Desa ini agak sedikit berbeda dengan desa indah lainnya yang ada di Indonesia. Dibilang indah, emang indah sih. Sangat kental dengan adat budaya para leluhurnya, Desa Trunyan di Bali ini menyimpan keindahan dan ‘kengerian’ tersendiri. Gimana nggak ngeri coba, kalau kamu berkunjung ke desa ini, bukan cuma pemandangan cantik nan asri yang bakal kamu temui. Tapi kamu juga akan menemui beberapa tengkorak manusia yang tertata rapi atau berantakan di mana-mana! #DHEG

Seram sih kelihatannya, tapi inilah yang membuat desa yang terletak di Kabupaten Bungli ini menjadi istimewa. Di salah satu sudut desa ini terdapat kuburan, tetapi kuburan ini bukan seperti yang kamu kira; sebuah pemakaman yang tertata rapi dengan nisannya. Bukan, melainkan sebuah tempat di mana jasad manusia terkumpul tanpa dikubur atau dibakar layaknya adat masyarakat Bali pada umumnya (ngaben). Nahloh, cobain deh main ke desa ini. Berani nggak?

Lebih sekadar dari Puncak, Desa Munduk menawarkan ketenangan batin dan raga untuk pengunjung yang ingin beristirahat.
Desa yang secara administratif terletak di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali Utara ini berada di ketinggian 800 mdpl. Pada tahun 2010, Desa Munduk mendapat penghargaan juara II sebagai Desa Wisata Nasional. Desa ini menawarkan ketenangan batin, kesejukan jasmani, dan kenyamanan bersosialisasi. Suhu di kawasan ini berkisar antara 20-25 derejat Celcius. Temperatur yang pas untuk merihatkan pikiran dan badan yang letih setelah berhari-hari kerja membanting tulang. Juga hamparan pepohonan hijau nan asri yang membuat pemandangan di sekitar desa ini terasa lebih menenangkan. Kalau kamu bosan berwisata ke pantai atau ke gunung, cobalah untuk mengistirahatkan tenagamu di desa ini. Asyik banget!

Ingin melihat potret peradaban masyarakat Bali pada zaman dulu? Mampirlah ke Desa Penglipuran Bali.
Siapa yang nggak tahu desa ini? Siapapun yang pernah ikut tour and travel ke Bali tentu mendapatkan paket berkeliling ke desa yang sudah ada sejak 700an tahun lalu ini. Desa Penglipuran ini berdiri sejak zaman kerajaan Bangli, di mana mayoritas penduduknya berasal dari daerah Buyung Gede, Kintamani yang melakukan migrasi permanen. Diaspora ini menghasilkan sebuah desa yang selalu mendapat predikat sebagai desa wisata terbaik nasional, dan cukup akrab dengan turis mancanegara yang menjadikan desa ini sebagai destinasi wisatanya. Sebab di desa ini kamu bisa melihat dan menyaksikan betapa kearifan lokal dijaga dengan baik. Berasa ada di Bali pada zaman dulu gitu deh.

Baca Juga :Budaya Musik Rap N Beat

Kamu nggak akan menyesal pernah berkunjung ke desa ini. Desa Wae Rebo, NTT, menyimpan berjuta kejutan indah untukmu.
Inilah desa budaya tercantik dan pertama di Indonesia yang telah diakui dunia. Terletak di Kecamatan Satarmasem, Kabupetan Manggarai, Nusa Tenggara Timur, desa ini memiliki 7 buah rumah utama yang berdiri kukuh sejak lama. Ketujuh rumah ini memiliki bentuk dan diameter yang hampir sama persis. Jangan ragukan akan keindahan dan kenyamanan lingkungan di desa ini. Sekali matamu memandang ke semua penjuru, dapat dipastikan kamu nggak akan mau pulang buru-buru. Apalagi ketika sunrise, matahari yang kemerahan malu-malu muncul dari balik awan dan kabut di sekitar Wae Rebo. Belum lagi kamu akan disuguhi kopi khas Flores. Betah deh! Cocok juga buat menghilangkan galau hati yang mengakar. :p

Di Desa Kete Kesu, kamu bisa temukan barisan rumah adat berusia ratusan tahun dari Tana Toraja. Inilah desa megalitikum tercantik di Indonesia!
Dari timur Indonesia, tepatnya di Tana Toraja, belum lengkap rasanya kalau kamu nggak berkunjung ke Desa Kete Kesu. Desa yang terletak di Kampung Bonoran, Kelurahan Tikunna Malenong, Kecamatan Sanggalangi, Toraja Utara, Sulawesi Selatan ini merupakan tempat yang tepat untuk kamu mennyaksikan rekam jejak kehidupan masyarakat Tana Toraja tempo dulu. Begitu tinggi masyarakat setempat menjunjung adat warisan para leluhur mereka.

Desa ini menawarkan paket lengkap, seperti wisata alam, budaya, dan sejarah. Ya, karena desa ini di kelilingi pegunungan, sawah yang menghampar, dan tentunya rumah adat yang berusia ratusan tahun yang berjajar rapi dengan ukir-ukiran khas Tana Toraja. Wah, nggak ada bosennya deh berkunjung ke desa ini!

Nah, itulah beberapa desa terindah yang senantiasa melestarikan warisan budaya dari para leluhur kita. Desa mana yang akan masuk daftar destinasi wisatamu selanjutnya? Atau adakah desa lain yang menarik untuk dikunjungi? Share di kolom komentar dong, plis. 🙂

Budaya Musik Rap N Beat

Budaya Musik Rap N Beat

inforom-culutral.org Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Budaya Musik Rap N Beat. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Budaya Musik Rap N Beat

Pada tanggal 9 Maret yang lalu, selain merayakan Gerhana Matahari Total dan Hari Raya Nyepi, Indonesia juga merayakan Hari Musik Nasional. Hal ini tentu saja harus dimanfaatkan bagi setiap kalangan, baik itu pelaku atau penikmat musik sendiri untuk semakin meningkatkan kualitas musik, serta meningkatkan apresiasi musik di Indonesia. Salah satunya adalah musik yang ada dalam kultur Hip-Hop, yaitu Rap.

Saya masih melihat bahwa musik Rap sendiri kurang mendapat apresiasi positif dari para penikmat musik, ataupun media massa, dikarenakan stigma dari mereka yang mengaitkan musik Rap dengan unsur kekerasan, seks, atau rasisme. Hal ini juga disebabkan oleh kurangnya perkenalan masyarakat tentang musik Rap sendiri, sehingga diperlukan adanya perkenalan terhadap musik Rap sendiri.

Intinya, adalah “Hip-Hop is something we live, Rap is something we do”. Atau dapat dibilang bahwa HipHop itu merupakan sebuah kultur atau budaya, sedangkan Rap itu merupakan sebuah pekerjaan. Sehingga, muncullah kata dari “rapper”, tidak ada kata “hip-hopper” atau “pe-hip-hop”. Untuk mengenal serta apresiasi lebih dalam mengenai Musik Rap, tentu saja kita harus ketahui lebih dalam tentang Budaya Hip-Hop itu sendiri. Alangkah lebih baik, jika kita mulai dengan mengenal sejarah kultur Hip-Hop tersebut.

Kultur Hip-Hop sendiri sudah ada sejak tahun 70an di Amerika Serikat. Ketika itu, DJ asal Jamaika, yaitu DJ Kool Herc yang mengadakan acara block party di beberapa perumahan setiap malamnya. Hal itu ditujukan untuk menghilangkan lelah setelah beraktivitas, di mana DJ tersebut memutarkan lagu-lagu beraliran jazz, soul atau funk. Kultur Hip-Hop ini sudah mulai mengarah sebagai sebuah gerakan ketika seorang mahasiswa bernama Kevin Donovan ditugaskan oleh PBB untuk berangkat ke Afrika. Di sana, Kevin mempelajari tentang makna persatuan dari kepala suku Zulu. Hal ini juga yang mendorongnya untuk membentuk sebuah gerakan bernama Universal Zulu Nation.

Lambat laun, budaya Hip-Hop ini tidak hanya menjadi budaya saja, melainkan sebuah gerakan kesadaran. Semakin banyak aktivis hip-hop bermunculan dari berbagai elemen, baik itu rapper, beatboxer, DJ, breakdancer, adan juga para penikmat lainnya. Tetapi, tetap saja di Amerika, masih ada keributan antara ras atau kelompok tertentu. Hal ini pula yang mendorong para aktivis hip-hop itu membentuk sebuah deklarasi yang kelak menjadi salah satu “kitab suci” bagi para pelaku hip-hop sekarang. Deklarasi yang ditandatangani oleh aktivis hip-hop dan disaksikan oleh delegasi PBB serta UNESCO ini dinamakan “Hip-Hop Declaration Of Peace”.

Deklarasi ini memiliki 18 poin, dan dari poin-poin tersebut, saya akan mengambil poin-poin terpenting (yang saya ringkas):

1. Hip-Hop merupakan media ekspresi, dan bisa lakukan dengan cara menjadi rapper/MC, bisa dengan breakdance, bisa dengan menjadi seorang DJ atau beatboxer, dan bisa juga dengan menyumbangkan karya-karya lainnya, seperti tulisan untuk pengetahuan, pakaian/fashion, dan kewiraswastaan yagn berhubungan dengan jalanan (Poin 1).
2. Hip-Hop itu menghargai harkat dan martabat manusia, tanpa diskriminasi, atau pada intinya harus melindungi perkembangan hidup manusia, seperti menghargai hukum atau adat-istiadat yang berlaku, menghargai institusi, serta menjauhi kekerasan (Poin 2, 3, 12, 13).
3. Hip-Hop itu menghargai alam dimana kita tinggal ini, yaitu Bumi kita sendiri (Poin 14, 15).
4. Hip-Hop itu harusnya juga memiliki pesan untuk mengenal diri sendiri serta memberikan pendidikan yang baik, dan juga mengajarkan tentang rasa hormat (Poin 5 dan 17).
5. Tidak boleh ada satupun yang bisa menyatakan dirinya sebagai “pionir” atau “legenda” hip-hop selain dia sudah memberikan kontribusi dan memberikan kredibilitas. (Poin 16).
6. Hip-Hop itu tidak melihat dari warna kulit, suku, negara, agama, pekerjaan, budaya ataupun bahasa. Karena, hip-hop itu merupakan sebuah kultur yang mengajarkan kesadaran secara kolektif (Poin 10 dan 11).

Jika kita kembali kepada Musik Rap, tentu saja sebagai bagian dari kultur Hip-Hop, tentu saja musik Rap ini harus menyesuaikan poin-poin di atas. Berarti, musik Rap ini menghargai harkat dan martabat manusia, memiliki pesan untuk mengenal diri sendiri, menghargai institusi, serta tidak boleh ada yang menjadikan dirinya sebagai nomor satu jika belum memberikan kontribusi dan kredibiltas, dan bisa dilakukan oleh semua kalangan, tanpa mementingkan kelompok tertentu. Jadi, dari deklarasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa intinya, Musik Rap itu memang harus bersifat edukatif, dengan pesan yang dapat ditangkap semua orang, dan dapat dibawakan dengan cara yang masing-masing. Selain itu, memang musik Rap emang harus bisa menyentuh segala kaum di masyarakat, karena musik ini juga terinspirasi dari kehidupan jalanan yang mementingkan perjuangan hidup.

Musik Rap ini juga merupakan musik yang spesial, karena dibandingkan dengan genre lainnya, yang mengutamakan kualitas suara, seperti pop atau country, atau mungkin mengutamakan kualitas musik pengiring, seperti klasik atau EDM. Tetapi musik Rap ini lebih mengutamakan kepada kualitas lirik, karena musik Rap sebenarnya dipanjangkan sebagai Rhyme And Poetry, atau lebih baiknya Rima, Artikulasi, dan Puisi. Elemen dari mereka semua tentu saja dapat ditemukan dalam bentuk lirik, tentu dengan tidak melupakan pesan-pesan yang ada dalam Deklarasi di atas, yaitu memberikan pesan positif terhadap umat manusia.

Gue bukan tipe rapper yang bikin rima muter/ cuma untuk dapet pujian punya otak pinter/ buat apa cape ngerap kalo pesan lo ga sampe/ lirik sederhana orang mencernanya ga cape/” Lirik dari Explicit Verbal feat. Yomie – Free Wordz
Dalam memperkenalkan musik Rap kepada masyarakat Indonesia, tentu saja tidak harus dengan mengundang orang-orang populer untuk ikut nge-rap, seperti dalam lagu Ganteng Ganteng Swag dari Young Lex dengan beberapa YouTubers. Jika anda tanyakan kepada beberapa fans hip-hop, banyak yang tidak suka dengan lagu tersebut, selain karena videonya mengandung objektifikasi terhadap perempuan dengan mengundang cewek seksi sebagai objek seksual, tetapi liriknya yang tidak menyatu diantara mereka, serta liriknya yang cenderung tidak konsisten. Semua orang bisa menjadi rapper, tetapi mereka juga harus sadar bahwa membuat lirik rap bukanlah pekerjaan yang mudah, harus membutuhkan skill, teknik, dan pendalaman yang besar. Bahkan, saya sendiri masih belajar dalam membuat lirik Rap yang baik dan benar.

Baca Juga :Budaya Tenun Indonesia Yang Menipis

“Ada beribu omong kosong tentang dunia/ Argumen para militan dan pendekar buta/ Aku hidup di atas tanah penuh sengketa/ Kala semua ide bertarung sikapi fakta/” Lirik dari Sandy Catapults dalam lagu Jagal Sangkakala – The Anthem.
Meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap musik Rap tidak hanya dimulai dengan mengubah selera para pendengar untuk mengetahui rap yang bagus, tetapi tentu saja harus ada peran dari media musik untuk memperkenalkan makna sebenarnya dari musik Rap. Banyak media yang juga masih jarang memutar lagu rap dalam, hanya memutar lagu rap dengan lirik yang jenaka, bahkan liriknya tidak mendalam seperti puisi, yang harusnya menjadi representasi dari musik Rap tersebut. Logikanya adalah, jika media massa mengapresiasi karya sastra dengan mendalam, mengandung kritik sosial, atau yang dapat dihubungkan dengan kejadian pada remaja, seperti puisi dari Taufiq Ismail, atau karya novel-novel dari A. Fuadi, Kang Abib, atau Tere Liye. Kenapa tidak juga memperhatikan musik RAP yang juga mengedepankan kemampuan berpuisi dan berima?

Sangat banyak rapper dengan kemampuan lirik fantastis yang juga membutuhkan serapan dari media, bukan hanya rapper yang mengusung filosofi swag yang tidak memberikan hal-hal edukatif untuk masyarakat.Contohnya, ada grup Homicide (sudah bubar) yang memberikan lirik sadis, pendekatan rap dengan musik rock, tetapi memiliki kritik sosial dan politik. Atau, jika memang membutuhkan rap yang santai dan ringan, kita masih punya rapper 8 Ball, yang liriknya fantastis tapi masih dapat diserap oleh masyarakat sekitar karena pembawaannya ringan dan jenaka. Masih ada beberapa talenta lainna yang harus disaksikan jika ingin mengenal musik Rap, mulai dari yang senior seperti Das Aufklarung (X-Calibour juga disarankan), Doyz, Jogja Hip-Hop Foundation. Selain itu juga, masih ada talenta muda yang menjanjikan, seperti Explicit Verbal, JuTassic Park, Muckool, Willy Winarko, Eizy dan banyak lagi.

“Melacak balik jejak boombox bernyawa di 83/ memori lapangan volley, anatomi senapan rima/ riwayat prosa penebusan kontra-berhala/ menyambat ronta dentuman speaker sebesar jendela/ generasi yang banal lahir dibawah tirani Harto/ berhutang inspirasi pada moonwalk Septian Dwicahyo/ di era LL Cool J merilis ‘Radio”/ dan tivi didominasi omong kosong pidato Harmoko/ serupa preman delapanpuluhan yang bertahan di era Petrus, rap membawa dupa berkawan dengan harkat bertamengkan hasrat/ berkalang sebarisan penjaga nalar dan waras/ Mempelajari Rakim, Kool G Rap, menghitung bar/PE dan militansi rima yang berkobar/ Hidup yang tak pernah lagi sama, pasca semasa/ Straight Outta Compton dan Raising Hell datang menggantang menebus serupa Karbala/” Lirik Morgue Vanguard pada Doyz feat. Mongue Vanguard – Testamen

Budaya Tenun Indonesia Yang Menipis

Budaya Tenun Indonesia Yang Menipis

inforom-culutral.org Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Budaya Tenun Indonesia Yang Menipis. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Budaya Tenun Indonesia Yang Menipis

Budaya tenun ikat saat ini boleh dikatakan hilang termakan oleh virus globalisasi digital. Virus yang memanjakan kita untuk kehilangan akan berbagai nilai-nilai budaya yang tertuang dalam ragam motif tenun tersebut. Kita lebih cenderung sebagai konsumtif akan nilai-nilai modern dibandingkan sebagai produktif akan nilai-nilai tradisional. Hal ini jika dianalisis secara kasat mata, maka hilangnya nilai-nilai yang tertuang dalam motif kain tenun ikat mulai menurun dan bahkan hilang bagi generasi penerus kebudayaan.

Generasi penerus bangsa lebih menghabiskan waktunya dengan kemanjaannya pada berbagai alat-alat elektronik (televisi, gadget, handphone, game, dan lain sebagainya) dibandingkan dengan menghabiskan untuk belajar menenun. Hal ini akan berdampak pada keingintahuan seseorang terhadap bagaimana proses dan hasil dalam tradisi budaya tenun.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi sangat berperan penting dan tidak bisa untuk dihindari bagi setiap individu dalam kehidupannya, karena kemajuan teknologi berjalan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Dewasa ini, teknologi telah menjadi sebuah kekuatan otonom yang telah membelenggu perilaku dan gaya hidup kita sendiri.

Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar yang ditopang oleh sistem sosial yang kuat, dan dalam kecepatan yang semakin tinggi, teknologi telah menjadi pengarah hidup setiap individu. Masyarakat yang rendah kemampuan teknologinya cenderung tergantung dan hanya mampu bereaksi terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kecanggihan teknologi.

Perkembangan dunia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) yang demikian pesatnya telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Seluruh pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik cukup besar, kini relatif digantikan dengan perangkat mesin otomatis yang mengalihfungsikan setiap pekerjaan dengan cepat dan hasilnya cukup menakjubkan.

Jika direnungkan, pada kehidupan era globalisasi ini hampir seluruh generus penerus melupakan akan budaya tenun yang telah diajarkan secara turun-temurun demi menjaga nilai dan makna yang terkandung dalam setiap ragam motif yang digambarkan atau tertera pada kain tenun ikat yang ada. Tenun ikat dipandang memiliki nilai-nilai simbolis yang terkandung di dalamnya, termasuk arti dari ragam rias yang ada memiliki nilai spiritual dan mistik menurut adat istiadat.

Ragam hias pada kain tenun ikat yang ada di hampir semua daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya merupakan sifatnya sebagai hiasan atau dekorasi belaka, namun ragam hias yang terdapat pada setiap kain tenun yang dihasilkan melalui motif dan warnanya merupakan manifestasi dari kehidupan masyarakat yang ada. Hal ini merupakan sebuah simbol atau lambang, sehingga memiliki arti tertentu seperti warna hitam berarti kedukaan, merah berarti kejantanan, putih berarti kesucian, kuning berarti kebahagiaan, biru berarti kedamaian, dan hijau berarti kesuburan.

Tenun ikat dalam proses pembuatannya tanpa diperlukan teknologi modern untuk menggambarkan setiap ragam motifnya, tetapi diperlukan proses kesabaran yang cukup panjang dalam menghasilkannya. Hal ini dimulai dari penanaman bibit kapas, pemanenan, penjemuran, pemilahan kapas, proses penghalusan, pemintalan kapas menjadi benang, proses penggulungan, pewarnaan benang, hingga sampai pada proses penenunannya.

Baca Juga :Budaya Pernikahan Khas Minangkabau

Kain tenun ikat yang dihasilkan berfungsi dan bernilai ekonomis, sosial, maupun budaya. Hal ini dapat dilihat bahwa kain tenun ikat dipakai sebagai salah satu objek belis dalam upacara perkawinan, kain penutup jenasah, dan juga dapat memberikan identitas sosial (etika dan estetika) dari si pemakai. Fungsi utama kain tenun ikat adalah sebagai berikut:

1) sebagai busana sehari-hari untuk melindungi tubuh,
2) sebagai busana yang dipakai dalam tari-tarian adat/upacara adat,
3) sebagai alat penghargaan dan pemberian perkawinan (belis/ mas kawin),
4) sebagai pakaian adat perkawinan,
5) sebagai alat penghargaan dan pemberian dalam acara kematian,
6) sebagai alat untuk denda adat dalam mengembalikan keseimbangan sosial yang terganggu akibat suatu pelanggaran adat,
7) sebagai alat tukar dalam bidang ekonomi,
8) sebagai prestise dalam strata sosial masyarakat,
9) sebagai mitos, lambang suku yang diagungkan karena menurut corak/desain tertentu akan dilindungi dari gangguan alam, bencana, roh jahat, dan lain sebagainya,
10) sebagai alat penghargaan kepada tamu yang datang,
11) sebagai sumber pendapatan masyarakat di pedesaan, dan
12) sebagai pakaian resmi untuk Pegawai Negeri Sipil pada hari tertentu.

Dahulu, setiap wanita yang pandai menenun dianggap lebih tinggi derajatnya dari yang lain. Hal tersebut menjadi suatu kebanggan bagi seseorang atau sebuah keluarga. Hasil tenunannya sangat dibanggakan karena memiliki suatu sugesti yang memberikan kekuatan terhadap suatu tindakan. Hal ini nampak ketika ibu atau saudarinya memberikan kain tenun hasil buatannya kepada anaknya yang pergi merantau atau yang akan menikah.

Material yang diberikan dianggap sebagai suatu media yang memberi kekuatan kepada si anak atau saudaranya di rantauan atau di kehidupan rumah tangga yang baru. Kekuatan yang diberikan melalui rangkaian ragam motifnya berupa kasih sayang yang tak terlupakan. Berdasarkan hal tersebut bahwa perlu adanya kesadaran bagi kita semua untuk terus melestarikan kasih sayang yang telah tertuang secara turun temurun melalui ragam motif kain tenun yang dihasilkan. Jika bukan sekarang, kapan lagi.